Jajang Hermawan Nahkodai BI Kaltim, Prioritaskan Stabilitas Harga dan Penguatan UMKM

Seputar Nusantara – Bank Indonesia resmi melakukan pergantian kepemimpinan di Kantor Perwakilan Kalimantan Timur.
Jajang Hermawan dikukuhkan sebagai Kepala Perwakilan BI Kaltim, menggantikan Budi Widihartanto, dalam prosesi yang dipimpin Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta.
Pergantian pimpinan ini menjadi bagian dari strategi Bank Indonesia untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi dinamika ekonomi nasional dan daerah.
“Rotasi kepemimpinan merupakan langkah strategis untuk memastikan kesinambungan organisasi dan memperkuat kapasitas Bank Indonesia dalam menghadapi tantangan ke depan,” ujar Filianingsih Hendarta.
Ia berharap program-program yang telah dirintis sebelumnya dapat dilanjutkan dan ditingkatkan oleh pimpinan baru, sehingga Bank Indonesia tetap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta menjaga stabilitas inflasi di Kalimantan Timur.
“Kami berharap capaian positif yang telah dibangun sebelumnya bisa diteruskan dan diperkuat. Bank Indonesia harus terus melahirkan program strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi,” katanya.
Filianingsih juga menekankan pentingnya sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan mitra strategis lainnya dalam menjaga stabilitas ekonomi regional.
“Upaya ini perlu terus diperkuat melalui sinergi dengan seluruh mitra kerja. Jika ke depan masih ada ruang kerja sama yang bisa dikembangkan, kami sangat terbuka terhadap masukan,” jelasnya.
Menurut Filianingsih, pengalaman dan kepemimpinan Jajang Hermawan diyakini mampu mempererat kolaborasi BI dengan pemerintah daerah di Kalimantan Timur.
“Sinergi ini harus terus dijaga bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam semangat Ruhui Rahayu,” tegasnya.
Sementara itu, Jajang Hermawan menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program strategis yang telah berjalan, sekaligus memperkuat peran Bank Indonesia dalam mendorong ekonomi daerah.
“Kami akan melanjutkan dan memperkuat program yang sudah ada. Fokus utama BI Kaltim ke depan mencakup pengendalian inflasi, pengembangan sistem pembayaran, penguatan UMKM, serta literasi dan edukasi keuangan yang inklusif,” ujar Jajang Hermawan.
Ia menambahkan, penguatan UMKM menjadi salah satu prioritas penting untuk memperluas basis ekonomi daerah dan meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.
“UMKM harus menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu, pengembangannya akan terus kami dorong melalui berbagai program dan kolaborasi,” katanya. (*)