Enam Investor Dalam dan Luar Negeri Minati KEK Maloy, Industri Kimia hingga Energi Surya Siap Masuk

Seputar Nusantara – Kawasan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) semakin dilirik investor.
Tercatat, enam perusahaan potensial dari dalam dan luar negeri menyatakan minat untuk menanamkan modal di kawasan industri strategis tersebut.
Para calon investor tersebut bergerak di berbagai sektor, mulai dari industri kimia, energi terbarukan, hingga pengelolaan pelabuhan dan logistik.
Kehadiran mereka diharapkan mempercepat pengembangan hilirisasi berbasis sumber daya alam di Kalimantan Timur.
Direktur KEK MBTK, Ade Himawan, mengatakan pihaknya terus melakukan langkah strategis guna meningkatkan daya saing kawasan, termasuk memperkuat kemitraan dengan pelaku usaha.
“KEK MBTK diharapkan menjadi katalis percepatan transformasi ekonomi Kalimantan Timur melalui pengembangan industri hilir berbasis sumber daya alam terbarukan,” ujar Ade Himawan.
Ia menjelaskan, salah satu langkah konkret yang telah direalisasikan adalah kerja sama antara PT Maloy Batuta Trans Kalimantan dan PT Palma Serasih Internasional yang diteken pada 21 Juli 2022.
Melalui kerja sama tersebut, PT Palma Serasih Internasional telah membangun dua tangki timbun masing-masing berkapasitas 5.000 metrik ton, fasilitas penumpukan cangkang terbuka dan tertutup, serta merencanakan pembangunan empat tangki timbun tambahan pada tahap pertama investasi.
Setelah tahap pertama rampung, investasi akan dilanjutkan dengan pembangunan refinery minyak goreng pada tahap kedua.
Sementara itu, enam calon investor yang menyatakan minat berinvestasi di KEK MBTK antara lain:
1. PT Aracord Nusantara, dengan rencana pembangunan pabrik pengolahan batu bara menjadi amoniak.
2. PT Palm Tree Energy Conversion, yang akan mengembangkan pengolahan tandan kosong kelapa sawit menjadi pelet kayu.
3. Hongshi Holding Group, dengan rencana pembangunan pabrik polisilikon.
4. Limes Renewable Energy, yang akan mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya.
5. PT Trinusa Jaya Prima, yang akan mengelola dan mengembangkan pelabuhan.
6. PT Prima Nusantara Indosentosa, yang berencana membangun gudang logistik.
Ade menambahkan, masuknya para investor tersebut diyakini mampu mendorong terciptanya pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir Kaltim.
“Dengan masuknya para investor tersebut, KEK MBTK diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pesisir Kalimantan Timur, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah komoditas daerah, serta memperkuat konektivitas industri dan logistik nasional,” jelasnya.
Di sisi lain, Rudy Masud menegaskan bahwa KEK MBTK bukan sekadar kawasan industri biasa, melainkan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki peran besar bagi masa depan ekonomi daerah.
“KEK MBTK diharapkan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah, penggerak hilirisasi sumber daya alam, sekaligus pintu gerbang logistik internasional yang mampu meningkatkan daya saing dan menarik investasi,” ungkap Rudy.
Ia menambahkan, kesiapan infrastruktur serta sinergi antar pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar pengembangan KEK MBTK benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Oleh karena itu, kesiapan infrastruktur dan sinergi seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar KEK MBTK benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” tegasnya. (*)