BontangKaltimKutai Timur

Pemprov Kaltim Laporkan Sengketa Batas Wilayah Terjadi di Sejumlah Daerah

Seputar Nusantara – Rudy Masud, Gubernur Kaltim, belum lama ini telah melakukan tinjauan ke Dusun Sidrap Desa Martadinata Kecamatan Teluk Pandan, dalam rangka mediasi permasalahan batas wilayah antara Kota Bontang dan Kabupaten Kutai Timur.

Rudy Masud juga menyebut selain sengketa batas wilayah antara Kabupaten Kutai Timur dan Kota Bontang, juga ada enam sengketa lainnya yang perlu perhatian dan penyelesaian serius pemerintah daerah setempat.

Sengketa batas wilayah juga turut terjadi di Kutai Timur dengan Berau, Kutai Kartanegara dengan Kutai Barat, Mahakam Ulu dengan Kutai Barat, Penajam Paser Utara dengan Kutai Kartanegara, Paser dengan Penajam Paser Utara.

“Polemik batas wilayah antar kabupaten dan kota harus diselesaikan segera agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat setempat,” kata Rudy Masud.

“Ini tentang hajat hidup orang banyak. Pelayanan publik tidak boleh terhenti. Jangan sampai kebutuhan dasar masyarakat terabaikan,” lanjutnya.

Meski ada sengketa batas wilayah ini, Rudy Masud menekankan tidak boleh ada masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanaan publik.

“Wajib diperhatikan sarana dan fasilitas pendidikannya, kesehatannya. Bagaimana Puskesmas yang ada, sekolah-sekolahnya harus memenuhi standar,” jelasnya.

Dirinya juga meminta infrastuktur lainnya seperti listrik dari PLN dan air bersih PDAM, juga jalan-jalan lingkungan tetap dibangunkan.

“Keamanan, ketertiban dan kenyamanan warga harus terjamin. Dan jangan ada diskriminasi,” paparnya.

Tidak kalah pentingnya, lapangan kerja dan peluang usaha warga setempat tetap menjadi perhatian serius.

“Tugasnya kita berbangsa bernegara ini adalah untuk melindungi seluruh dan segenap tumpah darah Indonesia,” tegasnya. (*)

 

Back to top button