
Seputar Nusantara – Seno Aji, Wakil Gubernur Kaltim, memaparkan langkah strategis sekaligus capaian sektor pertanian di Kaltim.
Seno Aji menyampaikan dalam enam bulan terakhir terjadi peningkatan signifikan lahan sawah aktif.
“Dari enam bulan ini ada peningkatan pesat, dari 16 ribu hektare sawah aktif menjadi 33 ribu hektare. Dari hasil panen, kita mendapatkan 305 ton gabah kering dalam kurun waktu enam bulan ini,” kata Seno Aji.
Seno Aji menegaskan Pemprov Kaltim menargetkan kemandirian pangan dalam waktu dekat. “Kita berharap akhir tahun 2026 Kaltim bisa swasembada pangan,” jelasnya.
Sementara itu, Rudy Masud, Gubernur Kaltim, menyoroti soal maraknya terjadi alih fungsi lahan pertanian yang potensial dan produktif untuk komoditi lain.
Kondisi ini mengakibatkan produksi beras di dalam daerah, akibat lahan pertanian yang berubah menjadi perkebunan sawit dan peruntukan lainnya.
“Lahan pertanian kita ternyata berkurang sebab terjadi alih fungsi lahan bukan pertanian,” ungkap Rudy Masud.
Dirinya mengingatkan petani agar tidak melakukan alih fungsi lahan yang bukan komoditi pangan dan hortikultura.
“Sawit ini kalau hanya satu hektare gak jadi apa-apa. Tapi kalau padi, bisa 5 sampai 7 ton dan kita makan,” tegasnya. (*)