KaltimSamarinda

Buka Lapangan Kerja dan Tingkatkan Ekonomi Daerah, Promosi Investasi ke Kaltim Perlu Digencarkan

Seputar Nusantara – Rudy Masud, Gubernur Kaltim, mendorong instansi terkait menggencarkan promosi investasi di Bumi Mulawarman.

“Tujuannya untuk menarik investor agar tercipta lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian lokal,” kata Rudy Masud.

Saat ini Pemprov Kaltim telah memiliki investment project ready to offer (IPRO) sebagai acuan investasi di Kaltim.

Dalam IPRO juga berisi tentang detail penting, mulai dari ide proyek yang inovatif, analisis pasar, perizinan (legalitas), hingga hitungan potensi keuntungan dan risikonya.

“Kita memang sudah punya kertas sakti berisi usulan proyek investasi lengkap. Tapi, itu belum cukup. Perlu upaya ekstra keras untuk mengundang dan meyakinkan investor agar mau menanamkan modal usahanya,” jelasnya.

Beberapa potensi investasi yang sedang didorong, di antaranya IPRO Mahakam Ulu untuk proyek investasi untuk tanaman kakao dan pertanian.

Selanjutnya, Kutai Barat untuk peluang investasi di sektor hilirisasi industri karet. Kutai Timur untuk investasi sektor hilirisasi kelapa sawit untuk diolah menjadi produk kimia dan pangan.

“IPRO ini adalah alat kita untuk menjual potensi Kaltim di tingkat lokal maupun internasional,” sebutnya.

Upaya menarik investor ini sudah membuahkan hasil dan sepanjang tahun ini ada lima negara tercatat telah berinvestasi besar di Kaltim (PMA), seperti Singapura US$ 163,74 juta (475 proyek), Mauritius US$ 126 juta (4 proyek), Tiongkok Us$ 81,99 juta (151 proyek), Malaysia US$ 70,36 juta (245 prpyek), dan Inggris US$ 46,43 juta (55 proyek).

“Perangkat daerah harus pandai promosi potensi kita. Dokumen sudah lengkap, sekarang saatnya aksi nyata, promosi masif adalah kunci,” sambungnya. (*)

Back to top button