
Seputar Nusantara – Pemkot Samarinda meluncurkan Program Bantuan Sosial (Bansos) Non Tunai tahun anggaran 2025.
Dalam agenda peluncuran tersebut, Andi Harun, Wali Kota Samarinda, dan Saefuddin Zuhri, Wakil Wali Kota Samarinda, turut menyerahkan secara simbolis Kartu Social Security Number (SSN) kepada perwakilan penerima manfaat.
“Skema bansos non tunai ini dirancang untuk memastikan bantuan tepat sasaran serta mencegah penyalahgunaan,” kata Andi Harun.
Bansos yang diterima warga berupa debit yang tersimpan dalam kartu. Saldo kartu tersebut hanya bisa digunakan untuk membeli kebutuhan pokok di 51 e-warung milik Pemkot Samarinda.
“Bantuan yang tersimpan dalam kartu tidak bisa dipotong dan diarahkan hanya untuk kebutuhan pokok di 51 e-warung yang tersebar di 10 kecamatan,” jelasnya.
Andi Harun melaporkan pada tahun 2025 ini sebanyak 1.688 keluarga menerima bansos dengan nilai Rp300 ribu per bulan selama Oktober hingga Desember, total Rp900 ribu per keluarga, sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN.
Program Bansos Non Tunai ini dianggaran Pemkot Samarinda sebesar Rp1,5 miliar.
“Total anggaran yang disiapkan Rp1,5 miliar. Kita ingatkan soal tranparansi serta mengajak masyarakat menjaga Samarinda berarti menjaga rumah besar kita semua,” tegasnya. (*)