KaltimSamarinda

Imbas Pemangkasan TKD, APBD Kaltim 2026 Dicanangkan Sebesar Rp15,15 Triliun

Seputar Nusantara – Sri Wahyuni, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim, menyampaikan nota penjelasan rancangan APBD Kaltim 2026 di hadapan DPRD Kaltim.

Dalam penjelasannya, Sri Wahyuni menyampaikan rancangan APBD Kaltim 2026 diusulkan Rp15,15 triliun.

“Rancangan APBD tahun 2026 Kaltim secara keseluruhan sebesar Rp15,15 triliun,” kata Sri Wahyuni.

Dirinya merinci, pendapatan daerah tahun 2026 direncanakan sebesar Rp14,25 triliun, meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp10,75 triliun, Pendapatan Transfer sebesar Rp3,13 triliun dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp362,03 miliar.

Sementara belanja daerah tahun 2026 direncanakan sebesar Rp15,15 triliun, terdiri Belanja Operasi sebesar Rp8,16 triliun, Belanja Modal sebesar Rp1,06 triliun, Belanja Tidak Terduga sebesar Rp33,93 miliar dan Belanja Transfer sebesar Rp5,89 triliun.

“Pembiayaan daerah tahun 2026 yang terdiri dari penerimaan pembiayaan direncanakan sebesar Rp900 miliar,” jelasnya.

Sri Wahyuni menyebut dinamika dalam penyusunan APBD 2026 terhadap Pendapatan Transfer yang direncanakan sebesar Rp9,33 triliun menjadi Rp3,13 triliun atau turun sebesar Rp6,19 triliun atau 66,39 persen.

“Sehingga total penerimaan daerah harus disesuaikan kembali dari Kesepakatan KUA-PPAS yang semula Rp21,35 triliun menjadi Rp15,15 triliun,” sebutnya.

Sementara, jika membandingkan antara Dana Bagi Hasil (DBH) tahun 2025 sebesar Rp6,06 triliun menjadi Rp1,62 triliun atau mengalami penurunan sebesar Rp4,43 triliun atau 73,15 persen.

“Hal ini tentunya memberikan tekanan kepada Pemerintah Daerah, sehingga memerlukan strategi untuk menutup celah fiskal dengan mengoptimalkan sumber-sumber pendanaan lainnya,” tegasnya. (*)

 

Back to top button