
Seputar Nusantara – Pemkot Samarinda berupaya memastikan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri RI, sejumlah daerah di Indonesia tercatat mengalami kenaikan inflasi cukup signifikan, di antaranya Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Takalar, dan Kota Kediri.
Kondisi tersebut memengaruhi Indeks Perkiraan Harga (IPH) pada Minggu III Desember 2025, di mana secara nasional mayoritas daerah mengalami kenaikan harga bawang merah dan cabai rawit.
Sekretaris Jenderal Kemendagri RI, Tomsi Tohir, dalam arahannya menegaskan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam memantau dan memperbarui data perkembangan harga secara berkala dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan distributor, serta memastikan tidak terjadi penahanan barang yang berpotensi memicu lonjakan harga.
Menurutnya, curah hujan tinggi yang memengaruhi hasil panen, perayaan Natal dan Tahun Baru, serta menjelang Ramadan dan Idulfitri menjadi faktor yang harus diantisipasi secara matang.
Selain itu, dalam rapat koordinasi nasional tersebut juga dibahas percepatan pelaporan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang menjadi perhatian Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“Pengendalian inflasi membutuhkan keseriusan ekstra, fokus, dan berbasis data, terutama dalam menghadapi curah hujan tinggi, perayaan Natal dan Tahun Baru, serta menjelang Ramadan dan Idulfitri,” ujar Tomsi Tohir.
Sementara itu, berdasarkan data Kemendagri, dari 150 pemerintah daerah yang dipantau, perkembangan inflasi tahunan (year-on-year) Kota Samarinda per November 2025 tercatat sebesar 2,10 persen.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setkot Samarinda, Nadya Turisna, menyampaikan berdasarkan laporan perkembangan harga dari Dinas Perdagangan Samarinda, sejumlah komoditas strategis mengalami fluktuasi harga.
Di antaranya, bawang merah dan cabai rawit tercatat mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa minggu terakhir.
Harga bawang merah pada Minggu I Desember berada di kisaran Rp51.000 per kilogram, meningkat pada Minggu II menjadi Rp54.300 per kilogram, dan sedikit menurun pada Minggu III menjadi Rp53.600 per kilogram.
Adapun harga cabai rawit merah pada Minggu III mencapai Rp63.000 per kilogram. Sementara itu, harga ikan tongkol terpantau menurun hingga Rp25.000 per kilogram, sedangkan beras SPHP masih berada pada kondisi relatif stabil.
“Menindaklanjuti dinamika harga pangan, TPID Samarinda lintas perangkat daerah meningkatkan langkah antisipasi dengan mengintensifkan pemantauan harga dan ketersediaan stok di lapangan, serta melaksanakan sidak harga secara berkala,” jelasnya.
Sebagai langkah pengendalian harga, TPID Samarinda bersama Dinas Perdagangan merencanakan pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) pada 24 Desember 2025, dengan kemungkinan digelar di beberapa titik wilayah di Kota Samarinda.
“Pasar Murah ini diharapkan mampu menekan potensi lonjakan harga, khususnya pada komoditas strategis seperti bawang merah dan cabai rawit merah, serta menjaga daya beli masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru,” tegasnya. (*)