
Seputar Nusantara – Pemkot Samarinda memastikan penanganan banjir menjadi program prioritas di tahun 2026.
Ke depan, Pemkot Samarinda juga akan fokus menangani persoalan banjir di sejumlah titik, seperti Samarinda Utara dan Loa Janan Ilir.
Untuk menangani banjir di Sungai Siring, Samarinda Utara, akan dilakukan pembangunan kolam retensi atau waduk dengan luasan sekitar 70 hektare hingga saat ini baru terealisasi sekitar 3,9 hektare.
Progres pembangunan masih terkendala sengketa kepemilikan lahan di beberapa titik.
Andi Harun, Wali Kota Samarinda, meminta persoalan lahan ditangani secara cermat dan terukur. Ia menginstruksikan agar dokumen kepemilikan tanah diperiksa keasliannya.
“Apabila dokumen sama-sama dinyatakan sah, maka perlu dipastikan kembali apakah lokasi tanah berada pada titik yang sama atau berbeda. Jika berada pada lokasi yang sama dan tidak dapat diselesaikan secara kekeluargaan, maka jalur hukum menjadi opsi terakhir yang harus ditempuh,” kata Andi Harun.
Dirinya meminta agar TWAP terlebih dahulu menggelar rapat koordinasi dengan melibatkan camat, lurah, serta pihak pertanahan.
Selain itu, dilakukan identifikasi secara rinci terhadap lahan yang bermasalah dan yang tidak bermasalah, sehingga proses pembangunan dapat tetap berjalan dengan menyelesaikan lebih dahulu lahan-lahan yang tidak memiliki kendala hukum.
Sementara itu, untuk penanganan banjir di kawasan Kecamatan Loa Janan Ilir, khususnya di Kelurahan Tani Aman dan sekitarnya, disampaikan anggaran penanganan telah tersedia dalam perencanaan tahun 2026.
Andi Harun menekankan pentingnya kepastian jadwal pertemuan dengan Kepala Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, mengingat persoalan banjir di wilayah tersebut bersifat lintas daerah.
“Untuk tahun ini, fokus utama diarahkan pada pembangunan sodetan sungai sebagai bagian dari upaya pengendalian aliran air. Proses pembongkaran bangunan di bantaran sungai telah mendapat dukungan dan kesadaran tinggi dari masyarakat,” jelasnya.
“Selain itu, kita perintahkan segera dilakukan identifikasi kebutuhan anggaran secara detail agar pelaksanaan program berjalan efektif,” tegasnya. (*)