KaltimSamarinda

Dinkes Kaltim Pastikan Belum Ditemukan Kasus Superflu di Kaltim

Seputar Nusantara – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur menyatakan hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus superflu di wilayah Bumi Mulawarman.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang baru kembali dari perjalanan luar negeri.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul informasi dari Kementerian Kesehatan RI terkait masuknya varian baru influenza ke Indonesia sejak akhir Desember 2025.

Dalam beberapa pekan terakhir, isu superflu menjadi perhatian publik setelah dilaporkan muncul di sejumlah daerah di Tanah Air.

Kepala Dinkes Kaltim, dr Jaya Mualimin, menjelaskan bahwa meskipun belum ada kasus yang terkonfirmasi di Kaltim, langkah antisipasi dan pengawasan tetap perlu diperketat guna mencegah potensi penularan di daerah.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, khususnya bagi mereka yang baru kembali dari negara dengan tingkat kasus tinggi seperti Amerika Serikat. Jika mengalami gejala flu, segera periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit agar bisa ditangani sejak dini,” ujar dr Jaya.

Ia menambahkan, secara umum gejala superflu mirip dengan influenza biasa, antara lain demam, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan. Namun, perbedaannya terletak pada durasi pemulihan yang cenderung lebih lama.

“Flu biasa umumnya bisa pulih dalam waktu sekitar 10 hari, sementara superflu bisa berlangsung hingga lebih dari 14 hari,” jelasnya.

Meski demikian, Dinkes Kaltim meminta masyarakat tidak berlebihan dalam menyikapi isu superflu. Warga diimbau tetap tenang dan fokus pada upaya pencegahan.

“Masyarakat diharapkan menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan, mengonsumsi makanan bergizi, serta meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penyakit,” pungkasnya. (*)

Back to top button