
Seputar Nusantara – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Upaya pengendalian inflasi terus diperkuat agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Samarinda secara tahunan (year on year) pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,70 persen.
Angka tersebut masih berada dalam rentang target inflasi nasional yang ditetapkan pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menyampaikan hal tersebut usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Komjen Pol Drs Tomsi Tohir.
Rakornas itu turut membahas dinamika harga sejumlah komoditas strategis yang cenderung berfluktuasi di berbagai daerah.
Dalam forum tersebut, Direktur Statistik Harga BPS, Windhiarso Ponco Adi Putranto, juga memaparkan tren kenaikan harga emas internasional sepanjang tahun 2025.
Selain itu, sejumlah komoditas pangan seperti cabai, bawang, telur ayam ras, daging ayam ras, dan beras menjadi perhatian menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Sekjen Kemendagri meminta pemerintah daerah melakukan langkah antisipatif sejak dini, terutama dengan mengevaluasi tren harga minimal tiga tahun terakhir sebagai dasar pengendalian inflasi selama Ramadan dan Idulfitri.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Saefuddin Zuhri menegaskan Pemkot Samarinda terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan pasokan pangan aman dan harga tetap stabil.
“Pengendalian inflasi tetap menjadi fokus utama. Kami berupaya menjaga keseimbangan pasokan dan harga agar masyarakat tidak terbebani,” ujarnya.
Sejumlah komoditas menjadi perhatian khusus, salah satunya cabai rawit yang mengalami kenaikan harga akibat faktor cuaca.
Berdasarkan data Dinas Perdagangan Samarinda per Minggu II Januari 2026, harga cabai merah besar tercatat Rp42.500 per kilogram, cabai keriting Rp38.500 per kilogram, cabai rawit Rp67.500 per kilogram, bawang merah Rp45.500 per kilogram, dan bawang putih Rp37.500 per kilogram.
Pemkot Samarinda juga memastikan pemantauan dilakukan hingga ke tingkat distributor dan pedagang, serta menjalin koordinasi dengan kelompok petani, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, dan Perumda Varia Niaga.
Selain itu, antisipasi kenaikan harga minyak goreng terus dilakukan agar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Untuk komoditas telur ayam ras, Pemkot mendorong optimalisasi produksi peternak lokal, khususnya untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sementara itu, stok beras Bulog dilaporkan dalam kondisi aman hingga Lebaran 2026.
“Melalui langkah-langkah ini, kami berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri,” tegas Saefuddin. (*)