
Seputar Nusantara – Pemerintah Kota Samarinda mulai merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai kawasan pendidikan terpadu.
Proyek yang berlokasi di area Stadion Utama Palaran ini digelontorkan anggaran sebesar Rp247 miliar dan ditargetkan rampung dalam waktu enam hingga tujuh bulan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Asli Nuryadin, mengungkapkan bahwa proses pembangunan fisik telah berjalan setelah kontrak pekerjaan ditandatangani beberapa waktu lalu.
Dengan dimulainya pengerjaan ini, Pemkot Samarinda menargetkan seluruh aktivitas pendidikan Sekolah Rakyat dapat segera terpusat di satu kawasan.
Sekolah Rakyat Samarinda berdiri di atas lahan seluas 72.018 meter persegi dengan total luas bangunan mencapai 28.519 meter persegi.
Kawasan ini dirancang sebagai kompleks pendidikan terpadu yang terdiri dari 39 bangunan, meliputi 14 gedung dua lantai, 13 gedung satu lantai, serta 12 bangunan fasilitas penunjang.
Fasilitas yang dibangun mencakup ruang belajar untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA, dilengkapi asrama siswa dan asrama guru. Selain itu, tersedia pula sarana pendukung seperti masjid, gedung serbaguna, dan kantin untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Asli menjelaskan, saat ini proses pembelajaran Sekolah Rakyat masih dilaksanakan secara sementara di beberapa lokasi, antara lain Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), serta SMA 16 Samarinda.
“Kebijakan Sekolah Rakyat ini merupakan program dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial. Setelah pembangunan selesai, seluruh kegiatan pendidikan akan dipusatkan di kawasan Sekolah Rakyat yang baru,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyelesaian pembangunan menjadi prioritas agar siswa dapat segera menikmati fasilitas pendidikan yang terintegrasi dalam satu kawasan. (*)