EkonomiKaltimSamarinda

Sambut Ramadan 2026, Pemkot Samarinda Perkuat Sinergi Jaga Harga dan Pasokan Pangan

Seputar Nusantara – Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Pemerintah Kota Samarinda mematangkan langkah pengendalian inflasi melalui penguatan koordinasi lintas perangkat daerah.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat tetap terjaga.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan pentingnya kesiapan yang bersifat konkret dan terukur dalam menghadapi potensi peningkatan kebutuhan masyarakat pada momentum keagamaan tersebut.

“Langkah antisipasi harus disertai tindakan nyata agar lonjakan permintaan tidak berdampak pada inflasi yang tinggi,” ujarnya.

Berdasarkan paparan Perum Bulog Samarinda, stok beras saat ini tercatat mencapai 8.670 ton.

Selain itu, ketersediaan minyak goreng merek Minyakita juga dinyatakan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan.

Namun demikian, Saefuddin juga menyoroti potensi kenaikan tarif transportasi udara menjelang Ramadan dan Idulfitri.

Ia meminta Dinas Perhubungan Samarinda segera berkoordinasi dengan pihak terkait guna menyusun skema pengendalian agar lonjakan harga tiket tidak membebani masyarakat.

“Sektor transportasi menunjukkan inflasi tahunan sebesar 1,58 persen, dengan kontribusi terbesar berasal dari angkutan udara,” jelasnya.

Dari sisi perdagangan, Pengawas Perdagangan Muda Dinas Perdagangan Samarinda, Heny Kartika Handayani, melaporkan sebagian besar komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, daging ayam, cabai, dan bawang putih masih dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Meski begitu, sejumlah komoditas tercatat melampaui HET, di antaranya gula pasir, daging sapi, telur ayam ras, dan kedelai.

Untuk menekan gejolak harga, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang) Samarinda bersama Bank Indonesia Perwakilan Kaltim akan menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM).

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 3–5 Februari dan 10–11 Februari 2026 di lima kelurahan, yakni Bukuan, Rawa Makmur, Loa Bakung, Sungai Kapih, dan Gunung Lingai.

Peran Perusda Varian Niaga juga dioptimalkan melalui kemitraan dengan peternak lokal guna menjaga keseimbangan harga ayam dan telur.

Sementara itu, Satgas Pangan Polresta Samarinda mendorong Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk rutin melakukan inspeksi mendadak ke lapangan.

Saefuddin Zuhri menyatakan optimisme bahwa Kota Samarinda mampu menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan selama Ramadan dan Idulfitri 2026.

“Semua perangkat daerah diminta aktif memantau dan berkoordinasi. Tujuan utamanya menjaga inflasi tetap terkendali demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Back to top button