
Seputar Nusantara – Pemerintah Kota Samarinda terus mematangkan rencana revitalisasi Pasar Segiri dengan memasuki tahap pembahasan Pra Detail Engineering Design (DED).
Tahapan ini menjadi krusial untuk memastikan perencanaan pembangunan pasar dilakukan secara terukur, fungsional, dan berorientasi pada tata kelola modern.
Pemaparan Pra DED dilakukan oleh tim konsultan perencana bersama UPT Pasar Segiri sebagai bagian dari proses evaluasi awal.
Evaluasi tersebut bertujuan memastikan seluruh aspek teknis dan program perencanaan mampu menjawab kebutuhan pasar secara menyeluruh.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam pemaparannya menyoroti sejumlah aspek desain yang dinilai masih perlu penyempurnaan.
Salah satunya terkait pembagian zonasi dan sistem sirkulasi yang belum tergambar jelas, khususnya di area pintu masuk utama pasar.
Ia meminta agar rancangan menampilkan pemisahan tegas tiga jalur utama, yakni jalur pengunjung, jalur distribusi atau logistik, serta jalur darurat.
Menurutnya, pembagian teknis yang tidak jelas berpotensi menimbulkan konflik fungsi saat operasional pasar berlangsung.
“Kalau tidak dibagi secara tegas, di lapangan nanti bisa terjadi tumpang tindih fungsi yang cukup serius,” ujar Andi Harun.
Selain sirkulasi, Andi Harun juga menekankan pentingnya penyempurnaan zonasi fungsional pasar dengan menambahkan area transisi dan servis tersembunyi.
Hal tersebut mencakup pengelolaan limbah, akses logistik, serta ruang pendukung lainnya yang tidak mengganggu aktivitas utama pasar.
Ia mengingatkan agar revitalisasi Pasar Segiri tidak mengulang kesalahan masa lalu, yakni pembangunan pasar berskala besar tanpa didukung kajian okupansi dan kapasitas pedagang yang memadai.
“Jangan sampai pasar dibangun megah tapi justru sepi. Kondisi seperti itu sering berujung pada praktik sewa ilegal yang merugikan negara,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, turut memberikan perhatian pada aspek parkir dan akses kendaraan di kawasan Pasar Segiri.
Ia menilai sistem parkir harus dirancang lebih adaptif untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
Saefuddin juga menekankan perlunya sinkronisasi lintas instansi, termasuk penempatan hydrant yang memenuhi standar keselamatan.
Ia mengusulkan konsep parkir menyebar agar akses ke pasar lebih efisien dari berbagai arah.
“Kami mengusulkan parkir menyebar untuk mengurangi kepadatan sekaligus memastikan akses kendaraan tetap lancar,” ungkapnya. (*)