
Seputar Nusantara – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mematangkan rencana pembangunan pelabuhan multipurpose di kawasan Palaran sebagai langkah strategis untuk memperkuat pendapatan daerah dan menopang keberlanjutan fiskal APBD di masa depan.
Proyek pelabuhan ini diproyeksikan menjadi salah satu sumber pendapatan baru yang signifikan bagi Kota Samarinda, seiring dengan meningkatnya aktivitas logistik dan perdagangan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa pembangunan pelabuhan multipurpose memiliki nilai ekonomi besar bagi daerah.
Menurutnya, sektor kepelabuhanan berpotensi memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan kapasitas fiskal pemerintah kota.
“Kenapa saya ingin pelabuhan multipurpose? Karena saya ingin menaikkan fiskal APBD Samarinda. Ini besar sekali pendapatannya. Satu kapal saja bisa menghasilkan sekitar satu miliar rupiah per bulan,” ujar Andi Harun.
Di sisi teknis, Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda telah melakukan kajian awal terkait penentuan lokasi pelabuhan.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menyebutkan bahwa sejumlah alternatif lokasi telah dipetakan dan akan dibahas lebih lanjut sebelum ditetapkan.
“Sejumlah opsi lokasi akan kami kaji lebih lanjut. Tadi kami memaparkan opsi titik lokasi, namun masih perlu pembahasan lanjutan,” kata Manalu.
Ia menjelaskan bahwa pelabuhan multipurpose membutuhkan lahan yang cukup luas, yakni sekitar 30 hingga 50 hektare, serta panjang bibir sungai hingga 450 meter untuk menunjang aktivitas kapal besar.
“Kapal yang akan tambat nantinya adalah kapal-kapal besar. Ini tentu akan memberikan keuntungan bagi pemerintah kota dan Kota Samarinda secara umum,” jelasnya.
Menurut Manalu, luas lahan yang dibutuhkan juga disesuaikan dengan rencana pengembangan fasilitas pendukung kepelabuhanan, seperti gudang, area kontainer, dan infrastruktur layanan logistik lainnya.
“Di kawasan itu nantinya akan dibangun gudang, area kontainer, serta fasilitas lain yang mendukung jasa dan bisnis kepelabuhanan,” tegasnya. (*)