KaltimPaser

Danantara Bangun Proyek Hilirisasi di 13 Daerah, Kabupaten Paser Jadi Basis Ayam Petelur Terpadu

Seputar Nusantara – Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia resmi memulai fase awal enam proyek hilirisasi strategis yang tersebar di 13 lokasi di Indonesia.

Groundbreaking dilakukan sebagai langkah awal realisasi investasi senilai US$7 miliar atau setara sekitar Rp110 triliun.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyebut total nilai investasi keenam proyek tersebut diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja.

“Secara keseluruhan, nilai investasi dari enam proyek tersebut mencapai sekitar US$7 miliar atau kurang lebih Rp110 triliun. Proyek-proyek ini diproyeksikan dapat menciptakan sekitar 3.000 lapangan pekerjaan secara langsung,” ujar Rosan.

Enam proyek yang mulai dibangun meliputi Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II yang dioperasikan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) di Mempawah, Kalimantan Barat; smelter aluminium oleh PT Inalum di Mempawah; Kilang Bioetanol Glenmore di Banyuwangi hasil kolaborasi PTPN dan PT Pertamina (Persero); proyek biorefinery Pertamina di Cilacap; fasilitas infrastruktur poultry terintegrasi milik PT RNI (Persero) atau ID Food di sejumlah provinsi; serta pembangunan pabrik garam dan fasilitas MVR oleh PT Garam di Gresik, Manyar, dan Sampang.

Di Kalimantan Timur, proyek hilirisasi difokuskan di Kabupaten Paser. Groundbreaking dilakukan untuk pengembangan kawasan ayam petelur terintegrasi di Desa Suatang, Kecamatan Paser Belengkong.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Paser, Joko Bawono, menjelaskan tahap awal proyek dimulai dengan pembangunan fasilitas Parent Stock (ayam induk) berkapasitas minimal 100.000 ekor per siklus produksi.

“Untuk tahap awal, lahan seluas 10 hektar telah disiapkan melalui kerja sama dengan PTPN,” kata Joko.

Ia menambahkan, pengembangan kawasan tersebut diproyeksikan akan terus diperluas seiring integrasi sistem produksi yang dibangun.

“Kita lakukan groundbreaking untuk parent stock. Ke depannya, jika ini menjadi kawasan terintegrasi, kita siap memperluas lahan hingga 100 hektar,” sambungnya.

Dari total alokasi Rp20 triliun untuk enam provinsi di Indonesia, Kalimantan Timur memperoleh porsi sekitar Rp833 miliar pada tahun ini dengan Kabupaten Paser sebagai fokus utama pengembangan.

“Program hilirisasi ini merupakan bagian dari investasi besar yang dikelola oleh Danantara,” tegasnya.

Beberapa rencana pengembangan lanjutan mencakup pembangunan empat unit kandang pullet (ayam remaja) berkapasitas ribuan ekor.

Paser dipilih setelah dinilai lebih siap dibanding sejumlah kabupaten lain di Kaltim, terutama dari sisi kelengkapan dokumen dan persyaratan administratif.

Selain Desa Suatang, perluasan pengembangan kandang juga direncanakan menyasar wilayah Petangis yang selama ini dikenal sebagai sentra ayam petelur di Kabupaten Paser.

Proyek ini diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ekosistem hilirisasi sektor peternakan nasional. (*)

 

Back to top button