
Seputar Nusantara – Pemerintah Kota Samarinda melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor dan pusat perdagangan bahan pokok penting (bapokting) guna memastikan stabilitas harga serta kecukupan stok menjelang perayaan Imlek dan Ramadan 2026.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, turun langsung memimpin pemantauan. Ia menegaskan langkah ini sebagai upaya antisipatif untuk mencegah lonjakan harga dan praktik penimbunan.
“Sidak ini merupakan langkah preventif pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mencegah praktik penimbunan,” ujar Saefuddin.
Cek Grosir hingga SPBU
Rangkaian sidak dimulai dari toko grosir UD Dermaga di Jalan Yos Sudarso untuk melihat perkembangan harga bahan pokok di tingkat distributor.
Tim kemudian bergerak ke SPBU Pertamina di Jalan Urip Sumoharjo guna memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman dan distribusi energi berjalan lancar.
Pemantauan berlanjut ke pusat perkulakan Indogrosir di Jalan A.W. Syahranie. Di lokasi ini, rombongan melakukan pengecekan stok pangan, terutama beras, mencakup kualitas dan kesesuaian timbangan.
Distribusi gas elpiji rumah tangga juga tak luput dari perhatian. Tim mendatangi pangkalan LPG Toko Harapan di Jalan Dr. Soetomo untuk memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat.
Pasar Segiri Jadi Titik Krusial
Sidak ditutup di Pasar Segiri, Jalan Pahlawan, yang menjadi barometer harga komoditas sensitif menjelang Ramadan. Komoditas seperti bawang merah, jahe, cabai, dan bumbu dapur menjadi fokus pemantauan.
“Kami tidak hanya memantau harga, tetapi juga memastikan pasokan bahan pokok strategis tersedia cukup dan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar,” jelasnya.
Saefuddin menekankan pentingnya sinergi antara Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan aparat penegak hukum untuk menjaga ketenangan masyarakat menjelang Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri.
Ia juga mengingatkan pentingnya kelancaran rantai distribusi dari daerah produsen, mengingat sebagian besar bahan pokok di Samarinda masih dipasok dari luar pulau.
Stabilitas cuaca dan hasil panen di daerah pemasok turut memengaruhi ketersediaan barang di Kaltim.
Hasil sidak ini akan menjadi bahan evaluasi TPID dalam merumuskan kebijakan lanjutan. Jika ditemukan gejolak harga yang signifikan, Pemkot Samarinda siap melakukan intervensi pasar.
“Pemkot Samarinda akan melakukan operasi pasar jika diperlukan sebagai bagian dari intervensi pasar. Pelaksanaannya tetap bergantung pada hasil pemantauan harga harian di pasar tradisional,” tegasnya. (*)