KaltimSamarinda

Rukyatul Hilal Ramadan 2026 Dipusatkan di IKN, Kemenag Kaltim Libatkan BMKG dan MUI

Seputar Nusantara – Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Kalimantan Timur menggelar rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa sore di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara.

Pemantauan hilal tersebut dimulai pukul 16.00 Wita dan menjadi bagian dari 133 titik pengamatan yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.

Hasilnya akan dilaporkan ke Jakarta sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat penetapan awal Ramadan oleh pemerintah pusat.

Kepala Kanwil Kemenag Kaltim, Abdul Khaliq, menjelaskan bahwa pelaksanaan rukyatul hilal di IKN tahun ini bekerja sama dengan Kemenag Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Kegiatan pemantauan hilal dilaksanakan di Rusun ASN 1 karena posisinya cukup tinggi dan mendukung untuk pengamatan hilal,” ujar Abdul Khaliq.

Ia menambahkan, rukyatul hilal tidak hanya dilaksanakan di IKN, tetapi juga tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Di Samarinda, pemantauan dijadwalkan berlangsung di menara Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Kaltim.

“Sementara untuk daerah lain, laporan detailnya masih kami tunggu,” jelasnya.

Acuan Kriteria MABIMS

Penentuan awal Ramadan tahun ini mengacu pada kriteria terbaru yang disepakati negara-negara anggota MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Berdasarkan kesepakatan tersebut, hilal dinyatakan memenuhi syarat visibilitas apabila berada pada ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.

Abdul Khaliq menegaskan, apabila hilal memenuhi kriteria tersebut, maka 1 Ramadan 1447 H berpotensi jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

“Jika sore ini hilal sudah terlihat di atas 3 derajat, maka kemungkinan awal puasa jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Namun jika belum memenuhi kriteria, maka Sya’ban digenapkan 30 hari dan awal puasa dimulai Kamis, 19 Februari 2026,” tegasnya.

Libatkan BMKG dan MUI

Dalam proses pengamatan di IKN, Kanwil Kemenag Kaltim turut melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna mendukung perhitungan astronomis yang akurat.

Selain itu, unsur keagamaan juga dilibatkan melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Seluruh hasil rukyatul hilal dari titik-titik di Kalimantan Timur akan segera diteruskan ke pusat untuk dirumuskan dalam Sidang Isbat.

Menutup keterangannya, Abdul Khaliq mengimbau masyarakat agar menjaga toleransi dalam menyambut bulan suci.

“Kepada seluruh masyarakat Kaltim, kami juga mengimbau untuk saling menghormati, khususnya kepada saudara-saudara kita yang sedang menjalankan ibadah puasa,” pungkasnya. (*)

Back to top button