Tiga Desa di Bongan Masih Terisolir, Gubernur Pastikan Perbaikan Jalan Tetap Berjalan

Seputar Nusantara – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memastikan penanganan akses jalan menuju tiga desa berstatus tertinggal di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat tetap menjadi prioritas, meski anggaran daerah tahun ini mengalami penurunan signifikan.
Tiga desa yang dimaksud yakni Desa Deraya, Tanjung Soke, dan Gerunggung.
Ketiganya berada di wilayah yang tidak jauh dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), namun hingga kini masih terisolir akibat kondisi infrastruktur jalan yang memprihatinkan.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan penanganan di lapangan.
“Segera lakukan kegiatan di sana, agar tidak ada lagi desa tertinggal di Kaltim,” tegas Rudy Masud.
Ia mengakui, kondisi fiskal daerah tahun ini cukup menantang. APBD Kaltim diproyeksikan turun drastis sekitar Rp7 triliun, dari sebelumnya Rp21 triliun menjadi sekitar Rp14,25 triliun.
Meski demikian, pembangunan akses jalan menuju tiga desa tersebut tetap akan dilaksanakan.
Menurutnya, masyarakat di Desa Deraya, Tanjung Soke, dan Gerunggung memiliki hak yang sama untuk menikmati infrastruktur layak sebagaimana warga di daerah lain.
“Jika kondisi jalan di tiga desa itu semakin baik, maka skor Indeks Desa Membangun (IDM) akan membaik dan akan mengubah status desa tertinggal menjadi desa berkembang, sehingga tidak ada lagi desa berstatus tertinggal di Kaltim,” ujarnya.
Adapun total panjang ruas jalan yang direncanakan untuk penanganan mencapai sekitar 25 kilometer.
Rinciannya, jarak Gerunggung ke Tanjung Soke sekitar 5 kilometer, Tanjung Soke ke Deraya 10 kilometer, serta Deraya menuju Gerunggung/Lemper sekitar 10 kilometer.
Dengan perbaikan akses tersebut, Pemprov Kaltim berharap konektivitas antar desa meningkat, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, sekaligus menghapus status desa tertinggal di wilayah Bumi Mulawarman. (*)