Gubernur Kaltim Targetkan KEK Maloy Jadi Motor Hilirisasi dan Industri Pengolahan

Seputar Nusantara – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, meninjau langsung kawasan Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) guna memastikan percepatan pengembangan kawasan industri tersebut.
Dalam kunjungan itu, Rudy menegaskan pentingnya transformasi ekonomi daerah melalui industrialisasi berbasis nilai tambah. Ia menilai KEK Maloy harus mampu menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi baru yang tidak lagi bergantung pada sektor ekstraktif.
“Kawasan ini memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri pengolahan yang mampu meningkatkan nilai komoditas daerah sebelum dipasarkan,” ujar Rudy Masud.
Menurutnya, hilirisasi komoditas menjadi kunci agar Kalimantan Timur memperoleh manfaat ekonomi lebih besar sebelum produk dipasarkan ke tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Direktur PT MBTK, Ade Himawan, memaparkan bahwa secara geostrategis wilayah Kutai Timur diproyeksikan sebagai pusat pengolahan kelapa sawit dan turunannya, industri mineral, gas, batu bara, hingga sektor pariwisata.
Ia juga menyampaikan rencana pembangunan pelabuhan internasional dan peningkatan infrastruktur jalan sebagai penunjang distribusi bahan baku dan hasil industri.
“KEK MBTK terbuka untuk berbagai sektor, mulai dari pengolahan kayu, energi, logistik, hingga penyediaan infrastruktur. Calon investor dari berbagai negara sudah menunggu,” ungkap Ade Himawan.
“Ini menjadi perhatian bersama untuk mendukung kawasan yang telah menyerap anggaran sekitar Rp1,7 triliun,” tambahnya.
Dari sisi lokasi, KEK Maloy berada di jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II yang menjadi lintasan perdagangan internasional.
Posisi tersebut dinilai memperkuat peluang kawasan ini sebagai simpul industri dan logistik di wilayah timur Indonesia.
KEK Maloy sendiri diresmikan pada 1 April 2019 oleh Joko Widodo. Pengembangannya didukung pembiayaan dari APBN, APBD Provinsi Kaltim, serta APBD Kutai Timur dengan total nilai proyek diperkirakan mencapai Rp2,6 triliun.
Dengan dukungan infrastruktur dan letak strategisnya, KEK MBTK diharapkan mampu menjadi penggerak utama transformasi ekonomi Kalimantan Timur menuju era industri berbasis hilirisasi dan peningkatan nilai tambah komoditas daerah. (*)