KaltimKutai Barat

Fokus Putus Isolasi Desa, Pemprov Tunda Proyek Bongan–Sotek dan Bangun Jalur Bongan–Gerunggung

Seputar Nusantara – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memutuskan menunda rencana pembangunan jalan penghubung Bongan (Kutai Barat) menuju Sotek (Penajam Paser Utara) sepanjang 103 kilometer.

Anggaran proyek tersebut kini dialihkan untuk pembangunan akses Bongan–Gerunggung yang dinilai lebih mendesak.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, menjelaskan keputusan itu diambil demi membuka keterisolasian empat desa di Kutai Barat yang selama ini kesulitan akses transportasi.

“Bongan–Sotek itu prioritas, tetapi karena Gerunggung, Deraya, Tanjung Soke, dan Lemper lebih membutuhkan, maka anggaran kita geser,” ujar Rudy.

Empat Desa Masih Terisolasi

Empat desa yang dimaksud yakni Tanjung Soke, Deraya, Gerunggung, dan Lemper. Warga di wilayah tersebut masih menghadapi kondisi jalan berlubang dan berlumpur saat musim hujan, serta berdebu ketika kemarau.

Menurut Rudy, pembangunan jalan Bongan–Gerunggung menjadi langkah strategis agar aktivitas masyarakat, distribusi logistik, serta pelayanan dasar dapat berjalan lebih lancar.

“Tahun ini Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran Rp101,1 miliar untuk membangun akses jalan Bongan-Gerunggung sepanjang 22 kilometer,” jelasnya.

Ia menegaskan, target utama pemerintah adalah memastikan masyarakat tidak lagi hidup dalam keterisolasian.

“Kita akan bangun sepanjang 22 kilometer. Yang terpenting adalah memastikan warga tidak lagi terisolasi,” lanjut Rudy.

Perlu Pengalihan Status Jalan

Meski anggaran telah disiapkan, proses pembangunan masih menunggu penyelesaian administrasi.

Pasalnya, status jalan tersebut saat ini merupakan jalan kabupaten, sehingga perlu dialihkan menjadi kewenangan provinsi atau melalui mekanisme sesuai aturan yang berlaku.

“Karena status jalan itu merupakan jalan kabupaten, maka harus segera dialihkan ke provinsi atau melalui mekanisme sesuai ketentuan agar pembangunan dapat segera dilakukan. Namun, semuanya harus tetap sesuai koridor aturan yang berlaku,” tegasnya.

Dampak ke Status Desa

Rudy menambahkan, apabila akses jalan menuju Gerunggung semakin baik dan mantap, maka Indeks Desa Membangun (IDM) berpotensi meningkat.

Hal itu bisa mendorong perubahan status desa tertinggal menjadi desa berkembang, sekaligus menekan jumlah desa tertinggal di Kaltim.

Ia pun memastikan proyek Bongan–Sotek tidak dibatalkan sepenuhnya, melainkan akan kembali dipertimbangkan ketika kondisi fiskal daerah membaik.

“Setelah jalur Bongan-Gerunggung rampung tahun ini, kita berharap kondisi fiskal APBD Kaltim semakin membaik, sehingga pembangunan jalur Bongan-Sotek dapat kembali dianggarkan,” pungkasnya. (*)

Back to top button