KaltimSamarinda

Antisipasi Gangguan Jalan Saat Mudik, PUPR Kaltim Siagakan Alat Berat di Jalur Provinsi

Seputar Nusantara – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Timur menyiapkan sejumlah alat berat di berbagai jalur mudik, khususnya di ruas jalan provinsi, untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran Idulfitri 2026.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi gangguan di jalan, seperti longsor, kerusakan jalan, hingga genangan banjir yang dapat menghambat mobilitas masyarakat selama periode mudik.

Kepala Dinas PUPR Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menjelaskan kesiapan alat berat telah dipetakan melalui unit pelaksana teknis daerah (UPTD) yang dibagi ke dalam tiga zona pengawasan.

“Kesiapan sudah dipetakan melalui unit pelaksana teknis daerah (UPTD) di tiga zona pengawasan,” ujar Aji Firnanda.

Ia menerangkan, pembagian wilayah tersebut dilakukan agar proses koordinasi dan penanganan di lapangan dapat berjalan lebih cepat apabila terjadi gangguan pada jalur mudik.

Zona Wilayah I mencakup Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), hingga Kabupaten Paser.

Sementara Wilayah II meliputi Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu. Adapun Wilayah III mencakup Bontang, Kutai Timur, hingga Berau.

Menurutnya, sistem zonasi tersebut dirancang untuk memperpendek rantai komando sehingga alat berat dapat segera dikerahkan ketika ada laporan kerusakan jalan atau bencana di lapangan.

“Di masing-masing UPTD, kami sudah menyiapkan peralatan berat seperti excavator, grader, compactor atau vibro, dump truck, dan armada pendukung lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan seluruh peralatan tersebut disiagakan penuh selama masa arus mudik hingga arus balik Lebaran guna memastikan jalur transportasi tetap dapat dilalui masyarakat.

“Seluruh alat kami siagakan. Jika terjadi longsor atau gangguan lain yang menghambat arus lalu lintas di jalan provinsi, alat bisa langsung diturunkan,” lanjutnya.

Selain fokus pada jalan provinsi, Dinas PUPR Kaltim juga memperkuat koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk penanganan ruas jalan nasional yang menjadi jalur utama mudik di Kalimantan Timur.

Menurut Aji Firnanda, sinergi antarinstansi sangat penting untuk memastikan kelancaran arus kendaraan, terutama di titik-titik yang rawan longsor maupun genangan air saat musim hujan.

“Kolaborasi lintas instansi menjadi faktor krusial untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, terutama di titik rawan longsor dan genangan saat musim penghujan,” tegasnya. (*)

 

Back to top button