
Seputar Nusantara – Pemerintah Kota Samarinda tengah menyiapkan sebuah sistem digital bernama SADAR (Smart Analysis for Disaster & Adaptive Response) sebagai bagian dari upaya transformasi digital di sektor penanggulangan bencana.
Platform ini dikembangkan melalui kolaborasi antara Tim Kota Kita dan IBM Indonesia untuk membantu pemerintah daerah dalam menganalisis data kebencanaan serta memprediksi potensi risiko bencana di masa mendatang.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa kehadiran platform tersebut tidak boleh sekadar menjadi inovasi teknologi, melainkan harus mampu memberikan analisis yang akurat dan mendukung pengambilan kebijakan secara cepat.
“Platform ini harus mampu memberikan analisis yang cerdas dan respons yang adaptif. Kita ingin data yang tersaji benar-benar presisi sehingga kebijakan pemerintah dalam mitigasi bencana dapat dilakukan lebih cepat dan akurat,” ujar Andi Harun.
Pengembangan platform SADAR difokuskan pada kemampuan sistem dalam mengolah data historis kebencanaan menjadi informasi analisis serta proyeksi risiko bencana di masa depan.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah kota diharapkan dapat melakukan langkah mitigasi secara lebih terencana dan berbasis data.
Perwakilan Tim Kota Kita, Ahmad Rifai, mengatakan pihaknya terus melaporkan perkembangan sistem tersebut kepada Pemerintah Kota Samarinda agar implementasinya selaras dengan program prioritas pembangunan daerah, terutama dalam bidang digitalisasi.
“Kita harapkan Pemkot Samarinda dapat memberikan dukungan penuh dalam memperkuat kolaborasi, integrasi data, serta optimalisasi pemanfaatan platform lintas perangkat daerah guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data,” ungkap Rifai.
Dalam proses implementasi sistem ini, Andi Harun juga meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk memastikan kesiapan infrastruktur digital sekaligus mengawal integrasi data antarperangkat daerah.
Menurutnya, keberhasilan platform SADAR sangat bergantung pada sinergi data lintas instansi, terutama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Integrasi data itu mutlak. Diskominfo harus memastikan infrastruktur digital kita siap menampung sistem ini agar selaras dengan konsep Smart City yang sedang kita bangun,” tegasnya.
Melalui pengembangan platform SADAR, Pemkot Samarinda berharap sistem peringatan dini dan mitigasi bencana di Kota Tepian dapat semakin efektif, sekaligus memperkuat penerapan konsep kota pintar berbasis data. (*)