Wagub Kaltim Tinjau Jalan Nasional ke Kutai Barat, Soroti Dominasi Truk Sawit Penyebab Kerusakan

Seputar Nusantara – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, meninjau langsung kondisi ruas jalan nasional yang menghubungkan Tenggarong di Kutai Kartanegara hingga Sendawar di Kutai Barat.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka agenda Safari Ramadan sekaligus melihat kondisi infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Dalam peninjauan itu, Seno Aji menyoroti padatnya aktivitas kendaraan berat yang melintas di jalur tersebut, terutama truk pengangkut kelapa sawit dan crude palm oil (CPO).
Ia menilai intensitas kendaraan besar tersebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan jalan.
“Tadi kita melihat langsung banyak truk besar pengangkut sawit dan CPO, termasuk kendaraan ODOL yang melintas di ruas ini,” ujar Seno Aji saat melakukan peninjauan.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berencana mengusulkan peningkatan kelas jalan nasional agar mampu menahan beban kendaraan berat yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.
“Usulan ini akan kita sampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum agar kelas jalan nasional di Kaltim, terutama di Kutai Barat yang saat ini mengalami kerusakan cukup parah, dapat ditingkatkan,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui aktivitas kendaraan pengangkut komoditas sawit tidak dapat dihentikan begitu saja karena berkaitan langsung dengan perputaran ekonomi masyarakat di Kutai Barat.
Sebagai langkah lanjutan, Pemprov Kaltim akan mengagendakan pertemuan dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur untuk membahas solusi penanganan jalan, termasuk rencana peningkatan kelas jalan nasional.
Sementara itu, dari hasil peninjauan di lapangan, sejumlah ruas jalan nasional di Kutai Barat saat ini telah mulai mendapatkan penanganan perbaikan.
Pekerjaan tersebut mencakup ruas Nayan–Simpang Blusuh hingga Simpang Tiga Damai–Barong Tongkok–Sendawar.
“Dari batas Kutai Kartanegara–Kutai Barat hingga Simpang Blusuh sepanjang 11 kilometer sudah mulai dilakukan perbaikan dengan nilai kontrak sekitar Rp73 miliar,” kata Seno Aji.
Perbaikan ruas jalan tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026. Pemerintah berharap proyek ini dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat di Kutai Barat. (*)