KaltimSamarinda

Samarinda Siapkan Insinerator Berbasis Energi, Libatkan Swasta Lewat Investasi

Seputar Nusantara – Pemkot Samarinda merancang pengembangan insinerator tidak hanya sebagai solusi pengelolaan sampah, tetapi juga sebagai sumber energi listrik melalui konsep waste to energy.

Proyek ini akan melibatkan pihak swasta dengan skema kerja sama business to business (B2B).

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi jangka panjang agar pengelolaan sampah tidak membebani anggaran daerah.

“Saya tidak ingin meninggalkan beban bagi pemerintah berikutnya. Kita harus realistis melihat kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengembangan insinerator skala besar di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan diarahkan pada produksi energi listrik.

Namun, kebutuhan investasi yang besar membuat pemerintah memilih menggandeng investor.

“Kita siapkan opsi ke depan, bisa insinerator besar atau pengolahan sampah jadi energi, termasuk listrik. Tapi ini investasi besar, jadi kita dorong kerja sama dengan swasta, agar tidak membebani APBD,” jelasnya.

Sementara itu, dalam waktu dekat, Pemkot menargetkan 10 unit insinerator dapat mulai beroperasi pada Mei 2026 untuk menangani persoalan sampah di Kota Tepian.

Tak hanya fokus pada pengolahan utama, residu hasil pembakaran juga akan dimanfaatkan kembali agar memiliki nilai ekonomi.

“Abu hasil pembakaran bisa kita olah jadi paving block atau bahan bangunan lain. Jadi tidak ada yang terbuang sia-sia,” tambahnya.

Di sisi lain, Andi Harun juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung keberhasilan program pengelolaan sampah di Samarinda.

“Kita tidak bisa berharap kepada siapa-siapa kalau bukan kita sendiri yang peduli. Kalau semua bergerak bersama, insya Allah Samarinda bisa menjadi kota yang benar-benar bersih,” tegasnya.

Dengan konsep kolaborasi bersama swasta dan pemanfaatan energi dari sampah, Pemkot Samarinda berharap mampu menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus bernilai ekonomi. (*)

Back to top button