Kaltim

Komisi IV DPRD Samarinda Minta Batasi PTM Hanya 50 Persen

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti menegaskan penerapan prosedur medis di seluruh sekolah yang ada di wilayah kota Samarinda, dikarenakan kasus Covid-19 di Kaltim yang meningkat, hal ini tentunya akan mempengaruhi kepastian pembelajaran tatap muka (PTM).

Sri Puji dan beberapa anggota Komite IV lainnya mengunjungi berbagai sekolah, dan menemukan bahwa guru dan siswa di sana tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak. Dia mengatakan: “Beberapa sekolah memiliki guru yang tidak memakai masker, dan anak-anak masih makan jajan di luar jam sekolah, yang tidak diperbolehkan.”

Oleh karena itu, ia meminta kepada Satgas Covid-19 di sekolah yang berbeda untuk ditanggapi dengan serius, untuk mencegah kejadian yang tidak terduga, termasuk integrasi UKS dan respirator terdekat.

“Jadi sekarang penyidikannya perlu penguatan, satgas berjalan lagi,” katanya. Sri Puji juga mengatakan, PTM seharusnya hanya beroperasi pada kapasitas 50% karena tidak ada rekomendasi dari pemerintah kota atau walikota Samarinda untuk menerapkan PTM pada 100 persen.

“Memang di lapangan tidak boleh 100 persen karena kita selalu melihat anak kita tanpa masker, dan karena tidak ada rekomendasi dari walikota,” tambahnya.

Meski data Dinas Pendidikan Kota Samarinda menunjukkan belum ada kasus penularan Covid-19 yang signifikan di sekolah, Komisi IV terus mendorong Pemkot Samarinda untuk memberikan perhatian serius terhadap Kemajuan lingkungan sekolah di Kota Samarinda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button