Kaltim

Kopi Luwak Kukar Sudah Punya Nama di Indonesia, Samsun Minta Pemerintah Lakukan Pengembangan

Seputar Nusantara – Kampung Kopi Luwak di Desa Prangat Baru, Marangkayu, Kukar, mulai dikenal pecinta kopi tidak hanya di Kaltim, tapi juga di Indonesia.

Produk Kopi Luwak dari Kukar ini bahkan sudah punya nama, berada di deretan kopi-kopi terkenal lainnya.

Belum lagi desain kebun kopi dibuat seperti objek wisata untuk menarik minat masyarakat berkunjung.

Rindoni, Pemilik Kampung Kopi Luwak, mengatakan setiap harinya selalu ada masyarakat yang berkunjung ke kebun kopi miliknya.

Ia menjual bubuk Kopi Luwak olahannya seharga Rp210 ribu per kemasan yang berisi 50 gram.

Ini berarti per gram seharga Rp4.200 atau mencapai Rp4,2 juta per kilogram.

“Jenis kopi yang saya kembangkan adalah liberika. Total lahan yang ada mencapai sembilan hektare dari jumlah ini baru dua hektareyang saya tanami liberika sedangkan yang tujuh hektare lagi masih dalam pengembangan yang saat ini menunggu proses pembibitan,” kata Rindoni.

Kampung Kopi Luwak ini dapat apresiasi dari Muhammad Samsun, Wakil Ketua DPRD Kaltim.

“Kita patut berbangga, di Kaltim ada kopi luwak yang namanya sudah tersohor di nusantara. Ini menunjukkan petani kita hebat dan mampu menghasilkan produk berkualitas,” kata Samsun, Rabu (25/10/2023).

Ia menyampaikan, Kopi Luwak yang ditanam di sela-sela pepohonan kebun karet itu merupakan jenis liberika, yang memiliki cita rasa khas dan aromatik.

“Kopi liberika ini jarang ditemukan di daerah lain. Ini produk unggul dan wajib diberikan perhatian serius dalam pengembangannya. Saya akan menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah provinsi dan pusat agar mendapat dukungan lebih,” paparnya.

Samsun juga mengapresiasi kinerja Kepala Desa Prangat Baru, yang meski tengah hamil masih bersemangat menunjukkan potensi yang dimiliki di wilayahnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button