Nidya Listiyono Sarankan Pengelolaan Stadion Utama Palaran ke Pengelola Profesional

Seputar Nusantara – Sudah lama Stadion Utama Palaran dikenal sebagai aset Pemprov Kaltim yang mati suri. Sejak digunakan di PON Kaltim 2008, pengelolaannya terkesan setengah hati.
Untuk itu, Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listiyono, mengusulkan Pemprov Kaltim menggandeng pengelola profesional agar menghidupkan kembali fungsi Stadion Utama Palaran.
“Saya merekomendasikan pengelolaannya ke pengelola yang profesional. Itu harus by data dulu,” kata Nidya, Kamis (26/10/2023).
Namun, dia juga merespons positif atas adanya perbaikan di jalanan depan Sadion Utama Palaran. Termasuk pemagaran di sekeliling kompleks stadion.
“Hari ini kan mulai dirawat ya, jalannya sudah mulai diaspal dan bagus,” lanjutnya.
Kendati demikian, dirinya berharap ada perbaikan lebih lanjut. Khususnya untuk beberapa gedung dan tempat cabang olahraga (cabor) yang berada di dalam stadion.
Nidya mengatakan bahwa pihaknya sudah sejak jauh hari angkat suara soal Stadion Utama Palaran yang tak terawat dengan baik.
Sehingga, ketika ada perbaikan sedikit demi sedikit, menurutnya sorotan yang disuarakan pihaknya beberapa waktu lalu bisa direspons dengan baik.
Dirinya menegaskan, Komisi II DPRD Kaltim sampai saat ini akan terus mengkritisi dan meminta Pemprov Kaltim agar fokus terhadap perbaikan aset-aset yang ada.
Hal itu lantaran, jangan sampai aset seperti Stadion Utama Palaran yang sudah terbangun dengan megah tapi di kemudian hari tak dirawat dengan baik.
“Kami memang minta pemerintah untuk fokus terhadap perbaikan aset-aset yang ada,” tegasnya.
Terkait pengelolaan Stadion Utama Palaran nanti akan diserahkan ke pihak mana, pihaknya masih akan melihat itu. Sebab nantinya akan ada penawaran semacam bentuk kerja sama.
“Bentuk kerja sama itu kan macam-macam untuk pihak ketiganya. Bisa swasta, mungkin pemda lain. Misalnya ya, kan kita enggak tahu karena kita belum punya kapasitas untuk mengelola. Kita lihat nanti,” pungkasnya. (adv)