
Seputar Nusantara – Salah satu faktor yang membuat angkutan kota (angkot) berhenti menjadi bintang adalah pertumbuhan transportasi berbasis aplikasi online. Novi Marinda Putri, anggota Komisi II DPRD Samarinda, mensinyalir untuk mengatasi persoalan angkutan umum yang membuat masyarakat mulai meninggalkannya, Pemkot Samarinda harus bekerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. . Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur telah mengumpulkan statistik jumlah kendaraan, khususnya di Kota Samarinda, sebanyak 815.342 unit.
“Di Samarinda trennya sudah jauh menurun untuk transportasi umum, karena banyak fasilitas yang tidak nyaman,” ucap Novi.
Menurut Novi, Pemkot Samarinda bisa memanfaatkan DKI Jakarta sebagai model peraturan yang melarang penggunaan kendaraan tua, seperti angkutan umum.
“Disana sudah tak ada lagi angkot-angkot tua. Jika Samarinda bisa mengelola sedemikian rupa, maka tidak menutup kemungkinan masyarakat akan beralih kembali ke transportasi umum,” ujar Novi.
Pihak terkait perlu segera mengambil tindakan atas hal ini, menurut Novi, karena bisa jadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah mobil yang menimbulkan kemacetan di beberapa ruas jalan tol.
Hello, I would like to subscribe for this web site to obtain latest updates, thus where can i do it please help.
byueuropaviagraonline