DPRD Samarinda Ungkap Keterbatasan Sekolah Jadi Kendala Pelaksanaan Sistem Zonasi

Seputar Nusantara – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Sopian Noor menyebut, pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan menggunakan sistem zonasi, kerap bermasalah lantaran minimnya jumlah sekolah di jenjang berikutnya.
“Jadi misalnya dari SD mau ke SMP. Jumlah lulusan SD tidak sebanding dengan ketersediaan bangku sekolah di jenjang SMP,” jelas Sopian.
Tidak seimbangnya jumlah sekolah di jenjang lanjutan tentu membuat banyak orang tua harus memutar otak. Sedangkan untuk mencari sekolah lain pun agak sulit karena harus berbenturan dengan sistem zonasi yang diberlakukan.
Sopian meminta kepada Pemkot Samarinda memikirkan persoalan tersebut jauh-jauh hari. Bahkan sebelum proses PPDBb dilakukan menjelang tahun ajarab baru.
“Karena ini bukan sekali dua kali. Ini masalah rutin, yang terjadi setiap tahun menjelang tahun ajaran baru,” sambungnya.
Ia berharap tidak ada anak Samarinda yang terpaksa tak melanjutkan sekolah karena keterbatasan kuota di sekolah yang berada di area tempat tinggalnya. Sopian berharap ada kebijakan lanjutan yang bisa diambil Pemkot Samarinda berkaitan dengan kondisi tersebut. (adv)