Samarinda

Sri Puji Astuti Tekankan Angka Stunting di Samarinda Masih 25,3 Persen

Seputar Nusantara – Sri Puji Astuti, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, penyebab stunting, pertumbuhan anak yang terhambat, tidak hanya berasal dari faktor ekonomi atau masalah kesehatan bawaan.

Menurutnya, faktor sosial dalam keluarga juga berperan besar dalam kondisi ini.

“Penyebab stunting dapat bervariasi termasuk kesehatan yang tidak terjamin, masalah sosial, dan kendala ekonomi yang dihadapi oleh keluarga miskin atau keluarga yang kurang memahami kebutuhan gizi,” kata Sri Puji Astuti.

Dia menyoroti pentingnya ketahanan keluarga dan ekonomi sebagai kunci utama dalam mengatasi stunting.

Menurutnya, ketika fondasi ekonomi dalam sebuah keluarga kuat, maka stunting dapat dicegah.

“Ketahanan pangan dan ketahanan keluarga harus menjadi prioritas bersama dan dikerjakan oleh berbagai pihak. Semua harus berkolaborasi untuk menciptakan solusi yang komprehensif,” tegasnya.

Menurut data yang tersedia, tingkat stunting di Samarinda saat ini masih mencapai 25,3 persen, yang jauh dari target tahun 2023 sebesar 17,9 persen.

Angka tersebut dihitung dari tingkat kunjungan ke posyandu sebanyak 21 persen, yang mencakup 1.051 anak berusia 0 hingga 23 bulan dan 1.449 anak berusia 24 hingga 59 bulan.

Tiga kecamatan di Samarinda mencatatkan kasus stunting tertinggi, yaitu Kecamatan Loa Janan Ilir dengan 235 anak, Kecamatan Sei Kunjang dengan 151 anak, dan Kecamatan Samarinda Ulu dengan 105 anak.

Sri Puji Astuti mendorong pemerintah dan masyarakat Kota Samarinda untuk berkomitmen dalam mengatasi masalah stunting dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak serta keluarga.

“Kolaborasi lintas sektor dianggap sebagai kunci untuk mengatasi permasalahan yang kompleks ini dan memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” tegasnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button