Evaluasi PPDB 2023: Sekolah Negeri Masih jadi Primadona

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda mengumumkan salah satu hasil evaluasi terhadap pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2023/2024.
Salah satunya adalah tingginya minat orang tua untuk menyekolahkan anak mereka di sekolah-sekolah berstatus sekolah negeri. Hal ini diperparah dengan stigma sekolah favorit, yang melekat pada beberapa sekolah negeri.
“Padahal sekolah swasta juga banyak yang bagus, dan sudah kami anggap sebagai mitra kami,” kata Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin.
Asli menerangkan bahwa jumlah sekolah negeri tidak ekuivalen dengan jumlah calon siswa. Belum lagi sistem zonasi yang diberlakukan, membuat beberapa wilayah yang padat penduduk justru minim jumlah sekolahnya.
“Contohnya SMPN 2 Samarinda, itu overload karena peminatnya banyak, dan jumlah penduduk di sekitarnya juga banyak. Tapi SMPN 43 di Loa Hui itu kekurangan murid, karena penduduk di sekitar Loa Hui tidak banyak dan ada sekitar belasan sekolah lainnya yang kekurangan murid,” paparnya.
Menanggapi perihal murid yang tidak masuk kawasan zonasi, tetapi tetap masuk di sekolah tujuannya. Asli menerangkan bahwa hal tersebut tidak keliru di karenakan semuanya melalui regulasi dan ada syarat dan ketentuan yang berlaku.
“Sistem ini saya anggap terbaik, karena anak yang pandai punya prestasi akademik dan non akademik dia boleh memilih sekolah, misalkan dia anak Palaran ingin sekolah ke SMPN 2 boleh saja, terus anak yang tidak mampu, afirmasi, diberi kesempatan. Anak guru juga diberi kesempatan, anak para pejabat kita yang rentan orang tuanya pindah, itu juga diberi fasilitas. Nah yang besar itu zonasinya,” jelasnya.
“Sebenarnya tidak berbeda dengan bina lingkungan, hanya saja sekarang namanya zonasi tapi zonasinya sekarang banyak,” tutupnya.