Samarinda

Pembangunan IPA Bumi Sempaja Telan Anggaran Rp24 Miliar, Dibiayain Penuh Perumdam Tirta Kencana

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bumi Sempaja diperkirakan bakal menelan anggaran hingga Rp24 miliar. Sepenuhnya, pembiayaan untuk proyek tersebut ditangani Perumdam Tirta Kencana Samarinda.

Wali Kota Samarinda, Andi harun menegaskan, bahwa proyek pembangunan IPA Bumi Sempaja tersebut memang sama sekali tidak menggunakan APBD Samarinda.

“Pembangunan ini tidak memakai dana APBD, saya meminta kepada PDAM untuk menggunakan dananya sendiri dan dana yang akan diestimasikan terpakai pada kegiatan pembangunan IPA 50 liter per detik di atas lahan 2.019 meter persegi ini diperkirakan kurang lebih Rp24 miliar, semuanya menggunakan dana Perumda Tirta Kencana atau PDAM,” ungkapnya.

Sementara itu, target rampungnya proyek PDAM tersebut, Andi Harun mengatakan saat ini masih dalam tahap pertama dan di estimasikan akan selesai pada bulan November 2024.

“Kenapa bisa tidak memakai APBD dan mengapa pula PDAM atau Perumdam Tirta Kencana mampu membiayai proyek besar itu karena selama 3 tahun kurang lebih ini kita berhemat, meningkatkan produktivitas,” paparnya.

Ia menerangkan, bahwa tahun ini PDAM mampu membukukan keuntungan lebih dari Rp100 miliar, jadi tidak hanya membiayai pembangunan IPA baru, tapi juga mampu berkontribusi secara maksimal tahun ini kepada PAD sekitar Rp16 miliar.

“Investasi barunya di sini, membangun IPA dengan biaya sendiri, berbagai model dan cara kita berhemat dibedakan berbagai model dan cara kita meningkatkan produktivitas tapi sekaligus menjaga kualitas pelayanan yang memang belum sempurna, kita akui ya kita baru benahi 2 tahun,” sampainya.

Ia berharap, dengan pencapaian tersebut kinerja PDAM terus meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat Kota Samarinda yang terus bertambah.

“Semoga tahun-tahun ke depan performance pelayanan air bersih dan kinerja PDAM makin meningkat. Satu-persatu kita benahi karena memang pembenahan itu tidak bisa dilakukan seperti kita mengembalikan telapak tangan harus ada tahapan dan hari ini kita hadir di sini membuktikan bahwa Pemkot merespon keluhan masyarakat terhadap pelayanan air bersih,” pungkasnya.

Back to top button