Investor UEA Masuk IKN, Proyek Kawasan Terpadu Rp4 Triliun Mulai Disiapkan

Seputar Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi menggandeng investor asal Uni Emirat Arab (UEA), Ayedh Dejem Group, untuk mengembangkan kawasan terpadu (mixed-use) di kawasan inti IKN. Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai sekitar Rp4 triliun.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, dan Chairman Ayedh Dejem Group, Syeikh Ayedh Dejem.
Proyek ini akan memanfaatkan lahan strategis seluas 9,7 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A, tepat di sekitar Plaza Bhinneka Tunggal Ika.
“Kami melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sangat signifikan. IKN juga berkembang pesat, sehingga membutuhkan proyek-proyek besar untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Syeikh Ayedh Dejem dalam keterangan kepada media.
Di atas lahan tersebut, Ayedh Dejem Group berencana membangun kompleks perkantoran, area komersial, pusat perbelanjaan, serta fasilitas ibadah berupa masjid.
Pengembangan kawasan ini diharapkan menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi di IKN.
Syeikh Ayedh Dejem menegaskan bahwa keputusan investasi didasarkan pada potensi pasar dan kekuatan ekonomi Indonesia.
“Kami adalah pengembang real estat. Dengan populasi Indonesia yang besar dan posisi Dubai sebagai salah satu pusat ekonomi dunia, kami optimistis sektor properti di Nusantara akan tumbuh kuat,” jelasnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso, menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam pemanfaatan lahan di kawasan inti IKN.
“Otorita IKN bersama Ayedh Dejem Group telah menandatangani kesepakatan pengalokasian lahan seluas 9,7 hektare untuk pengembangan kawasan terpadu,” kata Sudiro.
Ia menjelaskan, tahapan proyek akan dimulai dari perencanaan detail, proses perizinan, hingga pelelangan kontraktor yang diperkirakan berlangsung paling lambat sekitar satu setengah tahun sejak penandatanganan perjanjian.
“Nilai investasi diperkirakan sekitar Rp4 triliun. Tahap awal akan difokuskan pada perencanaan, perizinan, dan pelelangan kontraktor sebelum masuk ke fase konstruksi,” paparnya.
Menurut rencana, pembangunan fisik proyek akan dimulai pada pertengahan 2027 dan berlangsung secara bertahap selama sekitar lima tahun.
Realisasi kerja sama ini juga merupakan hasil dari proses panjang yang telah dimulai sejak kunjungan Ayedh Dejem Group ke lokasi IKN dan penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) pada Mei 2025. (*)