Sri Puji Astuti Tegaskan Perlu Kerja Kolektif Lintas Sektor Guna Tekan Angka Stunting Lebih Signifikan

Seputar Nusantara – Saefuddin Zuhri, Wakil Wali Kota Samarinda, melaporkan penurunan angka stunting terus bergerak positif setiap tahunnya.
Saefuddin Zuhri memaparkan pada tahun 2022 angka stunting di Samarinda berada di angka 25,3 persen. Angka ini turun menjadi 24,4 persen pada tahun 2023 dan kembali turun menjadi 20,3 persen pada tahun 2024.
“Ini merupakan wujud pembelajaran, kerja keras, dan kekompakan dari semua unsur TPPS Pemkot Samarinda dalam melaksanakan upaya percepatan penurunan stunting,” kata Saefuddin Zuhri.
Sementara itu, Sri Puji Astuti, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, mengatakan capaian angka stunting tahun 2024 ini masih di atas target nasional yang dipatok sebesar 14 persen.
Menurutnya, perlu ada kerja kolektif lintas sektor untuk menekan angka stunting secara lebih signifikan.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sepotong-sepotong. Semua OPD harus bergerak bersama, dan masyarakat juga harus ambil bagian,” kata Sri Puji Astuti.
Dirinya mengingatkan, penurunan angka stunting bukan hanya soal anggaran atau program formal.
Diperlukan koordinasi lintas sektor yang solid, serta keterlibatan masyarakat dalam praktik-praktik sederhana namun berdampak besar, seperti pemberian gizi seimbang dan edukasi kesehatan anak sejak dini.
“Kami mendorong agar pola kerja tidak berjalan masing-masing. Harus ada satu frekuensi antara OPD, lembaga legislatif, dan masyarakat. Kalau tidak, program bisa mandek di tengah jalan,” jelasnya.
Puji berharap, dengan memperkuat sinergi di semua lini, Samarinda bisa mengejar ketertinggalan dan menyamai atau bahkan melampaui target nasional.
“Stunting bukan sekadar urusan kesehatan, tetapi juga investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul,” tegasnya. (adv)