Ismail Latisi Soroti Masih Ada Ketimpangan Kualitas Infrastruktur Pendidikan di Samarinda

Seputar Nusantara – Ismail Latisi, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, menyoroti masih adanta ketimpangan kualitas infrastruktur pendidikan di Kota Tepian.
Menurutnya, tidak semua sekolah negeri di Samarinda memiliki bangunan permanen. Masih banyak sekolah yang berdiri dengan fasilitas seadanya, bahkan menggunakan material kayu yang sudah tidak layak.
“Kondisi ini menjadi penghambat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung semangat siswa,” kata Ismail Latisi.
“Pemerataan pendidikan tidak cukup hanya dengan menambah jumlah sekolah. Kita juga harus memastikan bahwa seluruh sekolah memiliki infrastruktur yang memadai,” lanjutnya.
Ismail menilai situasi ini tidak seharusnya terus dibiarkan, terlebih di tengah upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Dirinya menyebut keberadaan fasilitas fisik yang baik sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar.
Ruang kelas yang aman dan layak dapat mendorong siswa lebih fokus dan nyaman dalam mengikuti pelajaran.
“Kondisi bangunan yang sudah tidak layak bisa menjadi hambatan psikologis maupun fisik bagi siswa dan guru. Oleh karena itu, revitalisasi sekolah harus menjadi agenda prioritas,” jelasnya.
Ismail Latisi menegaskan Komisi IV DPRD Samarinda telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kota untuk melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah yang masuk kategori darurat.
“Kami sudah menyampaikan agar sekolah-sekolah lama yang masih berbahan kayu diprioritaskan untuk direvitalisasi menjadi bangunan permanen. Ini menyangkut hak dasar anak-anak untuk belajar di lingkungan yang aman dan layak,” tegasnya. (adv)