Cegah Seragam Sekolah Dijual Mahal, Mulai 2026 DPRD Samarinda Sarankan Ada Subsidi Dari Pemerintah Daerah

Seputar Nusantara – Proses penerimaan siswa di tahun ajaran baru tahun 2025 mendapatkan sejumlah catatan oleh Komisi IV DPRD Samarinda.
Untuk proses sistem penerimaan murid baru (SPMB) 2025 masih terbilang lancar dan tidak ada hambatan.
Sorotan datang dari banyaknya keluhan orang tua murid soal mahalnya harga seragam dan atribut sekolah.
Merespon hal tersebut, Mohammad Novan Syahronny Pasie, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, mendorong mulai tahun 2026 ada subsidi yang diberikan Pemkot Samarinda untuk masyarakat membeli seragam sekolah.
“Kami berharap mulai tahun 2026 ada dukungan APBD untuk membantu pembelian seragam batik dan olahraga agar tidak semua beban dibebankan ke orang tua siswa,” kata Novan.
Menurutnya, polemik mahalnya seragam sekolah ini sebenarnya bukan hal baru. Namun, keluhan masyarakat meningkat tajam tahun ini karena kondisi ekonomi yang masih sulit dan dampak inflasi yang membuat harga kebutuhan terus melonjak.
“Kondisi ekonomi sekarang tidak baik-baik saja. Keluarga dipaksa mengeluarkan biaya besar, sementara harga barang terus naik. Maka wajar jika keluhan makin banyak,” tegasnya. (adv)