DPRD Samarinda

Sandang Predikat KLA, Deni Hakim Ingatkan Potensi Kekerasan Terhadap Anak

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Selama beberapa tahun terakhir, predikat Kota Layak Anak (KLA) tidak lepas diraih Samarinda. Penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) tersebut memang diberikan untuk kabupaten/kota yang berhasil memenuhi indikator-indikator yang sudah ditetapkan.

Namun, penghargaan tersebut menurut Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar tidak boleh membuat Samarinda dan pemerintahannya merasa puas. Pasalnya, masih ada potensi kekerasan terhadap anak, yang mengintai generasi penerus di Kota Tepian.

“Kita terima laporan, ada juga beritanya beberapa anak yang masih menjadi korban kekerasan. Itu perlu jadi perhatian bersama,” tegasnya.

Politisi Partai Gerindra mengakui, bahwa predikat KLA merupakan kerja keras Pemkot Samarinda yang perlu diapresiasi. Namun ia mengingatkan bahwa Pemkot Samarinda memiliki tanggung jawab besar. Bukan hanya untuk mempertahankan predikat tersebut, namun juga untuk mengimplementasikan KLA dengan baik.

“Jangan sampai kita dinilai sebagai kota yang layak, tapi anak-anak kita hidup di bayang-bayang kekerasan yang mengintai mereka,” sambung dia.

Deni mengaminkan keberhasilan Pemkot Samarinda dalam memenuhi indikator KLA. Seperti tersedianya taman bermain anak atau playground di setiap kecamatan di Samarinda. Namun baginya, tetap yang menjadi fokus utama adalah rasa aman yang harus dirasakan anak-anak dalam tumbuh kembangnya.

Back to top button