DPRD Respons Tuntutan Mahasiswa Soal Kemiskinan Ekstrem, Panggil Dinsos PM Untuk RDP

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Samarinda memanggil Dinas Sosial dan Permberdayaan Masyarakat (Dinsos) PM Samarinda. Pemanggilan tersebut dilakukan pada Senin (18/3) lalu untuk membahas soal penanggulangan kemiskinan ekstrem di Samarinda.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti menerangkan, pihaknya memanggil Dinsos PM untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) usai menerima unjuk rasa dari organisasi mahasiswa. Puji menerangkan, dari empat poin yang disampaikan para demonstran, salah satunya memang menyorot soal kemiskinan ekstrem di Samarinda.
“Dari empat poin tersebut, salah satunya memang menjadi prioritas pembahasan di komisi kami. Yakni soal kemiskinan ekstrem,” ucap Puji saat dikonfirmasi Rabu (20/3).
Puji menerangkan, para mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa tersebut mempertanyakan kinerja yang dilakukan Pemkot Samarinda, khususnya Dinsos PM dalam menangani kemiskinan ekstrem di Kota Tepian.
Sementara itu, menurut keterangan yang ia terima, Pemkot Samarinda sendiri sudah memiliki tim khusus yang ditujukan untuk menanggulangi kasus kemiskinan ekstrem di Samarinda. Tim tersebut bahkan diketuai langsung oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi.
Terpisah, Kepala Dinsos PM Samarinda, Isfihani menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai upaya dan program untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Kota Samarinda.
“Kita sampaikan beberapa langkah-langkah yang sudah kita tempuh, termasuk juga dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lainnya juga, sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing,” ungkap Isfi.
Ia menyebut, tiga strategi Dinsos PM mencakup pengurangan beban pengeluaran bagi keluarga miskin ekstrem melalui pemberian bansos. Lalu meningkatkan keterampilan, dengan bekerja sama dengan OPD lain, dan pengurangan kantung-kantung kemiskinan di beberapa kecamatan di Samarinda.