Sani Harap Anggaran DP2PA Bisa Ditambah, Untuk Optimalkan Porgram yang Sudah Disusun

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Dinas Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP2PA) Samarinda memiliki peran vital dalam menangani urusan perempuan dan anak-anak. Hal tersebut disadari dan disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain.
Karenanya, Sani dan rekan-rekannya mengusulkan agar anggaran di instansi tersebut bisa ditambah. Sani menyebut, peningkatan anggaran diperlukan untuk memastikan program-program yang sudah disusun dan dirancangkan bisa dieksekusi dengan optimal.
“Sejauh ini, setiap ada kendala yang dijadikan alasan pasti anggaran. Padahal instansi tersebut punya peran penting dalam kondisi sosial warga Samarinda. Khususnya terhadap kaum perempuan dan anak-anak,” beber Sani.
Sani menjelaskan, selama ini memang telah terjadi fluktuasi anggaran yang diakuinya memberikan hambatan dalam pelaksanaan program-program. Hal itu bahkan tidak hanya terjadi di DP2PA Samarinda, namun juga instansi-instansi lain.
Dia memahami dan mengakui, bahwa selama ini memang telah terjadi fluktuasi anggaran. Di mana hal tersebut, kerap memberikan hambatan dalam pelaksanaan program-program. Hal itu bahkan tidak hanya terjadi di DP2PA Samarinda, namun juga instansi-instansi lain.
Ia membeberkan selama ini anggaran DP2PA Samarinda berkisar di angka Rp8 sampai Rp9 miliar per tahunnya. Sementara di satu sisi, instansi yang dimaksud merencanakan banyak program untuk dieksekusi.
“Jadi tidak salah kalau kemudian sulit untuk mencapai target maksimal, sesuai dengan yang sudah dipasang,” lanjut Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Sani menegaskan bahwa pentingnya peningkatan anggaran ini tidak hanya untuk memastikan kelancaran program, tetapi juga untuk meningkatkan efektivitas kerjanya, terutama setelah DP2PA berhasil membuat Samarinda meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak.