DPRD Samarinda

Nyaris 1000 KK Masuk Katgeori Miskin Ekstrem, Puji Sampaikan Kritik

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Berdasarkan data yang dikantongi DPRD Samarinda, tercatat ada 989 Kepala Keluarga (KK) di Samarinda yang tergolong sebagai kelurga dengan kemiskinan ekstrem.

Data tersebut kemudian menjadi sorotan bagi Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti.

Ia mengungkapkan, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian Pemkot Samarinda.

“Karena kalau mengacu pada kriteris miskin yang disebutkan Kemensos (Kementerian Sosial) tidak ada warga yang tergolong masuk dalam kriteria tersebut. Bisa dikatakan Samarinda bebas dari warga terkategori miskin,” ujar Puji, Selasa (11/6/2024).

Namun selama ini, untuk penanganan kemiskinan di Samarinda, Puji menerangkan sudah ada beleid yang mengatur hal tersebut. Salah satunya Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 66 Tahun 2022 tentang kriteria keluarga miskin.

“Dari 41 kriteria yang ada, jika sebuah keluarga memenuhi 11 hingga 18 kriteria, mereka masuk dalam kategori miskin, tetapi bukan miskin ekstrem,” jelasnya.

“Sementara kalau menyesuaikan dengan data kementerian, di Kemensos listrik 450 watt dianggap miskin, sementara di Samarinda tidak ada yang menggunakan listrik dengan daya sebesar itu,” tegasnya.

“Selain itu, sumber air minum kita dari galon, Banyak warga miskin kita yang merokok, satu rumah bisa ada bapak, kakak, dan anak yang merokok, tetapi tidak bisa membeli beras. Jadi, jika mengikuti kriteria Kemensos, tidak ada yang masuk kategori miskin ekstrem di Samarinda,” pungkasnya. (adv)

Back to top button