Bahas Stunting, DPRD Samarinda Masih Temukan Perbedaan Data

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – DPRD Samarinda mengakui masih ditemukan perbedaan data setiap kali pihaknya membahas angka stunting di Samarinda. Hal ini dikemukakan Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Samri Shaputra.
Ia menerangka, dalam Rapat Paripurna Masa Sidang II yang dilakukan Rabu (3/7/2024), Wali Kota Samarinda, Andi Harun sampai harus menyanggah data yang disampaikan pihaknya, berkaitan dengan stunting.
“Kami menggunakan data resmi dari Bappeda Kaltim, namun mungkin data yang kami pakai untuk memberi catatan ke Pemkot itu berbeda dengan data yang dipegang Pak Wali,” jelas Samri.
Samri menerangkan, berdasarkan data Bappeda Kaltim yang dimiliki pihaknya, pada tahun 2021, angka stunting sebesar 10,74 persen. Kemudian pada tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 9,8 persen, tetapi pada Februari 2023 meningkat lagi menjadi 12,7 persen.
“Sementara Pak Wali Kota mungkin pakai data yang dari Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.
“Kalau mau dibandingkan, saya pribadi akan menggunakan data daerah, karena saya anggap lebih akurat. Kalau data pusat lebih bersifat global dan sampelnya lebih kecil. Kita perlu meluruskan terkait dengan data ini,” sambungnya.
Namun secara garis besar, perbedaan data ini tidak boleh menjadi alasan menurunnya upaya pemerintah dalam menangani stunting di Kota Tepian. Data-data ini sebisa mungkin memang perlu diselaraskan untuk memastikan program yang akan dilaksanakan.
“Kalau datanya beda, takutnya nanti penanganan kita tidak optimal karena sasarannya kurang tepat,” pungkasnya.