DPRD Samarinda Sebut Kemiskinan Masih jadi Faktor Utama Stunting

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Hingga 2024, Samarinda masih belum terbebas sepenuhnya dari kemiskinan. Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti pun menyebut, kemiskinan inilah yang menjadi salah satu faktor utama masih terjadinya stunting di Kota Tepian.
Selain itu, kurangnya kesadaran di kalangan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat juga menjadi salah satu penyebabnya. Namun persoalan tersebut, bisa ditangani dengan penanganan masalah kemiskinan secara beriringan dengan penerapan hidup bersih dan sehat di masyarakat.
“Karena kami melihat, kemiskinan ini justru yang jadi faktor utama. Ini yang sebisa mungkin jadi fokus untuk kita tangani,” ujar Puji.
Menurutnya, masyarakat yang hidup dalam kemiskinan akan serba terbatas. Termasuk jika ingin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ia menambahkan, jika masyarakat masih hidup miskin, maka untuk hidup sehat dan bersih pun menjadi hal yang bukan prioritas untuk dicapai.
“Mereka cenderung lebih fokus untuk bagaimana bertahan hidup. Jadi, belum berfikir ke arah PHBS,” sambungnya.
Puji menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk mengatasi faktor-faktor yang menyebabkan stunting.
“Penanganan stunting membutuhkan kerja sama semua pihak. Hanya dengan upaya bersama, kita bisa menurunkan angka stunting dan memastikan anak-anak tumbuh sehat dan kuat,” pungkasnya.