DPRD Samarinda

Antisipasi Defisit Anggaran di 2024, DPRD Ingatkan Pemkot Samarinda Soal Proyek

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Samarinda terus melakukan pembahasan anggaran untuk pendapatan dan belanja daerah di tahun anggaran 2025 mendatang. Pembahasan ini dilakukan bersama dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Samarinda.

Dalam pembahasan tersebut, DPRD Samarinda menyoroti potensi deficit anggaran yang masih menghantui keuangan Pemkot Samarinda. Hal ini pun disayangkan Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani.

Menurutnya deficit anggaran pasti akan mengganggu kinerja pemerintah dalam melaksanakan program-program di tahun anggaran selanjutnya.

“Karena ada pemangkasan anggaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Bahkan saya terima informasi pemangkasan ada yang sampai 9 persen,” terang Angkasa.

Karenanya, Angkasa meminta agar OPD terkait bisa melakukan penghitungan anggaran yang lebih bijak dan berhati-hati untuk mencegah potensi terjadinya deficit anggaran. Ia juga meminta kepada TAPD Samarinda untuk bisa menyesuaikan rencana pembangunan dengan ketersediaan anggaran yang ada.

“Jangan sampai ada proyek yang anggarannya membengkak, namun mengorbankan proyek atau program yang lain,” tambahnya.

Beberapa proyek yang jadi sorotan Angkasa di antaranya adalah proyek pembangunan Terowongan Selili yang menelan anggaran hingga Rp395 miliar, proyek revitalisasi Pasar Pagi dengan nilai anggaran Rp375 miliar dan proyek Teras Samarinda dengan total biaya Rp36,9 miliar.

“Proyek-proyek tersebut anggarannya besar. Mohon dipertimbangkan kalau merencanakan proyek, jangan sampai mengorbankan yang lain. Harus jadi pertimbangan utama itu urgensi dari proyek yang mau dikerjakan,” pungkasnya.

Back to top button