Samri Shaputra Minta Pemkot Samarinda Lebih Optimisi dalam Realisasi Anggaran

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Samarinda, Samri Shaputra mengkritik asumsi yang dipasang pemerintah daerah berkaitan dengan realisasi anggaran di tahun ini.
Ia mencontohkan, pemerintah memprediksi program dan pembangunan yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) hanya akan terealisasi di angka 70 persen dari total anggaran yang disiapkan.
Namun kenyataannya, progress dari pekerjaan tersebut berhasil mencapai angka 90 persen. Hasilnya, terjadi tagihan yang lebih besar dari yang diperkirakan, yang mana menambah beban keuangan daerah.
“Semestinya pemerintah bisa lebih optimis, terutama saat melihat progress di lapangan. Dengan begitu permasalahan keuangan bisa diminimalisir,” tegasnya.
Samri menyebutkan, pemerintah daerah mengumumkan adanya potensi defisit dalam perubahan APBD 2024. Salah satu penyebabnya adalah hal-hal yang disebutkan Samri sebelumnya.
Ia menekankan bahwa peningkatan pendapatan harus diimbangi dengan pembayaran tagihan yang sebelumnya diproyeksikan tidak mencapai target.
Menurutnya, situasi ini menunjukkan adanya miskomunikasi dan perencanaan yang kurang matang di awal, yang berujung pada defisit anggaran. Dengan situasi ini, Samri berharap Pemkot Samarinda dapat memperbaiki perencanaan anggaran dan komunikasi antar OPD agar masalah serupa tidak terulang di masa mendatang.