Akses Kubar-Mahulu Diperbaiki Bertahap, Proyek Jalan Nasional Ditarget Rampung 2027

Seputar Nusantara – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur memastikan penanganan akses jalan Kutai Barat menuju Mahakam Ulu akan dilakukan melalui skema kontrak tahun jamak atau multiyears contract (MYC).
Proyek ini ditargetkan selesai pada akhir 2027 guna memperlancar konektivitas dan distribusi logistik ke wilayah hulu Mahakam.
Kepala BBPJN Kaltim, Yudi Hardiana, menyebutkan bahwa pekerjaan perbaikan jalan Kubar–Mahakam Ulu dilaksanakan pada periode 2026–2027 dengan pagu anggaran sebesar Rp225,56 miliar.
Kontrak pelaksanaan telah ditandatangani bersama PT Brahmakerta Adiwira pada akhir 2025 dengan nilai kontrak Rp196,81 miliar.
Saat ini, pihak kontraktor tengah melakukan tahapan persiapan di lapangan. Masa pelaksanaan proyek ditetapkan selama 745 hari kalender atau hingga 31 Desember 2027.
“Pelaksana sudah mulai melakukan persiapan pekerjaan, termasuk mobilisasi alat, material, serta sumber daya pendukung lainnya,” ujar Yudi.
Adapun paket pekerjaan utama mencakup Preservasi Jalan pada Ruas SP Blusuh–SP 3 Damai–Barong Tongkok–Mentiwan (Sendawar).
Ruang lingkup kegiatan meliputi pemeliharaan rutin jalan sepanjang 15,94 kilometer dan pemeliharaan rutin kondisi jalan 24,36 kilometer.
Selain itu, proyek ini juga mencakup rehabilitasi minor sepanjang 2,44 kilometer, rehabilitasi mayor 17,21 kilometer, serta rekonstruksi jalan sepanjang 4,05 kilometer.
Penanganan infrastruktur jembatan turut dilakukan melalui pemeliharaan rutin jembatan sepanjang 291,20 meter dan pemeliharaan berkala sepanjang 234,60 meter.
Yudi menegaskan bahwa penanganan jalan nasional di wilayah Kutai Barat tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
BBPJN Kaltim juga menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat untuk menangani segmen jalan tertentu melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kami bekerja sama dengan Pemkab Kutai Barat untuk membantu penanganan pada bagian-bagian yang belum terakomodasi APBN,” jelasnya.
Ia berharap, melalui kolaborasi tersebut, perbaikan jalan nasional di Kutai Barat dapat berjalan optimal sehingga akses transportasi dan arus logistik menuju Mahakam Ulu kembali lancar. (*)