Kutai Kartanegara (Kukar)

Pemkab Kukar Mantapkan Rencana Investasi Pusat Perbelanjaan dan Bioskop

Seputar Nusantara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan rencana masuknya investasi sektor properti dan hiburan.

Hal itu dibahas dalam pertemuan antara Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, dengan Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja.

Pertemuan tersebut menjadi kelanjutan dari rangkaian komunikasi yang telah terjalin sebelumnya, termasuk kunjungan lapangan yang dilakukan oleh NWP Property Group ke wilayah Tenggarong.

Kunjungan itu menjadi langkah awal penjajakan pembangunan pusat perbelanjaan dan bioskop di Kukar.

Selain kunjungan lapangan, Pemkab Kukar juga menindaklanjuti surat resmi dari pihak NWP Property Group yang memuat sejumlah pertanyaan terkait potensi dan peluang investasi di daerah.

Pemerintah daerah menyatakan kesiapan untuk memberikan jawaban dan kepastian yang dibutuhkan calon investor.

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menegaskan bahwa pemerintah daerah terbuka dan menyambut baik rencana investasi tersebut. Menurutnya, pertemuan dengan APPBI menjadi momentum untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan baik.

“Pertemuan dengan Ketua Umum APPBI ini membahas tindak lanjut dari beberapa rangkaian yang sudah dilakukan, mulai dari kunjungan lapangan hingga surat-menyurat. Mudah-mudahan NWP Group berjodoh dengan Kabupaten Kukar,” ujar Rendi Solihin.

Meski demikian, Rendi mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan bersama. Ia menegaskan komitmen Pemkab Kukar untuk memberikan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi investor.

“Masih ada kendala yang harus diatasi, dan komitmen kami di Kukar siap menjawab semua persoalan dari para investor yang akan masuk,” jelasnya.

Rendi menambahkan, prinsip utama dalam kerja sama investasi adalah terciptanya keuntungan bersama.

Tidak hanya bagi investor, tetapi juga bagi daerah dan masyarakat Kukar melalui penciptaan lapangan kerja berkelanjutan serta peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Semua harus sama-sama untung. Investor mendapat manfaat, dan Kukar juga memperoleh dampak positif, baik dari sisi lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, maupun manfaat lainnya,” pungkasnya. (*)

Back to top button