Banjir Rendam Puluhan Rumah di Loa Ipuh Darat, Dinsos Kaltim Tinjau Lokasi dan Salurkan Logistik

Seputar Nusantara – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur (Dinsos Kaltim) turun langsung meninjau lokasi banjir yang melanda Dusun Pondok Labu, Desa Loa Ipuh Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi warga terdampak sekaligus menyalurkan bantuan logistik.
Bersama Tim Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Kukar, petugas menyusuri sejumlah rumah warga yang terendam banjir.
Bencana tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan disertai pasang air Sungai Mahakam yang terjadi sejak 31 Januari lalu.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kaltim, Achmad Rasyidi, menyampaikan bahwa banjir merendam sedikitnya 14 rumah warga yang tersebar di dua wilayah rukun tetangga.
“Banjir tercatat merendam 14 rumah warga, dengan rincian di RT 09 sebanyak 9 kepala keluarga atau 18 jiwa, dan di RT 10 sebanyak 19 kepala keluarga atau 67 jiwa,” ungkap Achmad Rasyidi.
Ia menjelaskan, sebagian warga terdampak memilih mengungsi ke lokasi jalan yang lebih tinggi sambil menunggu pendirian tenda darurat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Saat ini mayoritas warga mengungsi sementara ke area yang lebih aman karena rumah mereka masih terendam,” ujarnya.
Terkait pemenuhan kebutuhan dasar, bantuan logistik telah disalurkan secara kolaboratif oleh BPBD dan Dinas Sosial Kutai Kartanegara.
Bantuan tersebut bersumber dari buffer stock Dinsos Kukar yang sebelumnya dipasok dari Gudang Logistik Bencana milik Dinsos Kaltim.
Dinsos Kaltim juga terus melakukan koordinasi intensif dengan Ketua RT setempat guna memantau kondisi warga.
Jika sewaktu-waktu terjadi kekurangan stok pangan atau muncul kebutuhan darurat lainnya, tambahan bantuan akan segera dikirimkan ke lokasi.
“Dari hasil komunikasi dengan Ketua RT, kondisi saat ini relatif aman dan terkendali. Debit air sudah mulai surut dan kebutuhan logistik di pengungsian masih mencukupi,” jelasnya.
Meski situasi berangsur membaik, tim mencatat sejumlah kendala yang dihadapi warga Dusun Pondok Labu.
Salah satunya adalah kondisi jalan yang rusak di beberapa titik sehingga menghambat mobilitas warga saat banjir terjadi.
“Ketika banjir datang, akses jalan sering tidak bisa dilalui dan berpotensi membuat warga terisolasi,” katanya.
Selain itu, wilayah tersebut juga belum menikmati aliran listrik selama 24 jam. Hingga kini, warga masih mengandalkan panel tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari.
“Keterbatasan listrik masih menjadi persoalan utama, karena warga hanya bergantung pada solar cell,” tegas Achmad Rasyidi. (*)