EkonomiKaltimSamarinda

Imlek dan Ramadan 2026 Berbarengan, Pemkot Samarinda Siaga Kendalikan Harga Pangan

Seputar Nusantara – Pemerintah Kota Samarinda meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan harga bahan pokok menyusul perayaan Tahun Baru Imlek yang berdekatan dengan awal Ramadan 2026.

Momentum dua hari besar ini diprediksi mendorong kenaikan permintaan pangan di masyarakat.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menyebut kondisi inflasi saat ini menjadi perhatian serius. Berdasarkan data Indeks Harga Konsumen (IHK) Januari 2026, inflasi Kota Samarinda tercatat sebesar 4,33 persen secara year-on-year.

Menurutnya, situasi tersebut juga dipengaruhi dinamika ekonomi nasional, termasuk kenaikan harga emas, serta masih tingginya Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kalimantan Timur.

“Momentum Imlek, Ramadan, dan Idulfitri harus kita sambut dengan kesiapan. Kita harus mampu mengantisipasi dan bertindak cepat jika terjadi lonjakan harga,” ujar Saefuddin Zuhri.

Ia menegaskan, pengendalian inflasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat.

“Fokus utama diarahkan pada pemenuhan kebutuhan pokok, terutama komoditas pangan strategis yang sangat berpengaruh terhadap daya beli warga,” sambungnya.

Salah satu langkah yang terus digencarkan adalah gerakan menanam cabai di setiap rumah.

Komoditas cabai rawit menjadi perhatian karena tingkat konsumsinya tinggi, sementara produksinya terbatas. Melalui pelibatan RT dan kelurahan, Pemkot berharap ketahanan pangan bisa diperkuat dari lingkungan terkecil.

Selain cabai, komoditas protein hewani seperti daging ayam dan telur juga masuk prioritas pengamanan pasokan.

Wawali mendorong Perumda Varia Niaga memperkuat kerja sama dengan daerah sentra produksi telur seperti Blitar, serta menjaga kemitraan dengan peternak lokal.

“Selain itu perlu menjaga kesinambungan pasokan daging ayam dan telur melalui kemitraan dengan peternak lokal,” jelasnya.

Ia juga meminta sinergi lintas OPD, terutama dengan Dinas Perdagangan, agar distribusi komoditas strategis seperti cabai dan bawang dapat menjangkau hingga tingkat kelurahan ketika terjadi gejolak harga.
Harga Sejumlah Komoditas Naik

Berdasarkan data IPH Dinas Perdagangan Samarinda, komoditas penyumbang utama inflasi meliputi daging sapi, daging ayam, dan cabai rawit merah.

Pada minggu pertama Februari 2026, tercatat harga gula mencapai Rp19.200 per kilogram, Minyakita Rp17.800 per liter, cabai rawit merah Rp70.500 per kilogram, dan bawang putih Rp38.400 per kilogram.

Pemkot Samarinda berharap upaya pengendalian yang dilakukan dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok menjelang rangkaian hari besar keagamaan tersebut.

“Kita berharap stok pangan dan energi tetap aman, harga kebutuhan pokok terkendali, serta daya beli masyarakat terjaga. Dengan begitu, warga Samarinda dapat menyambut Imlek, Ramadan, dan Idulfitri dengan rasa aman, nyaman, dan penuh kebersamaan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” tegasnya. (*)

Back to top button