
Seputar Nusantara – Pemerintah Kota Samarinda menjadwalkan inspeksi mendadak (sidak) pada 11 Maret 2026 guna memastikan stabilitas harga dan kelancaran distribusi bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menyampaikan bahwa pergerakan harga kebutuhan pokok masih dalam batas terkendali meski terjadi fluktuasi pada sejumlah komoditas hortikultura.
“Fluktuasi harga terutama terjadi pada komoditas hortikultura. Namun demikian, pemerintah memastikan pergerakan harga masih dalam batas terkendali dan terus dimonitor secara rutin,” ujarnya.
Inflasi Februari 2026 Terkendali
Berdasarkan data Indeks Harga Konsumen (IHK) Februari 2026, inflasi Samarinda tercatat sebesar 0,56 persen secara bulanan (month to month) dan 5,29 persen secara tahunan (year on year).
“Kenaikan inflasi didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga,” jelas Saefuddin.
Secara tahunan, kelompok perumahan mengalami kenaikan cukup signifikan, termasuk tarif listrik yang meningkat 15,04 persen (y-on-y).
Harga Cabai Naik, Bawang Stabil
Data Dinas Perdagangan Kota Samarinda periode Februari 2026 mencatat harga cabai merah besar Rp51.000/kg, cabai keriting Rp51.500/kg, dan cabai rawit Rp85.000/kg yang mengalami kenaikan pada pekan keempat Februari.
Sementara itu, bawang merah berada di angka Rp40.800/kg dengan kenaikan tidak signifikan dan masih di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP). Bawang putih justru mengalami penurunan menjadi Rp37.900/kg.
Stok Bulog Aman hingga Lebaran
Laporan Perum Bulog Samarinda memastikan stok pangan mencukupi hingga Lebaran, dengan ketersediaan beras medium 7.900 ton, beras premium 296 ton, gula 42 ton, serta minyak goreng 36.672 liter.
Tambahan tiga kontainer minyak goreng dijadwalkan tiba pekan depan untuk memperkuat pasokan.
Di sektor perikanan, Kepala Dinas Perikanan Kota Samarinda, Achmad Fauzi Irawan, menyebut harga ikan di TPI Selili relatif stabil. Bahkan ikan layang turun menjadi Rp41.000/kg dengan stok mencapai 6 ton.
“Sebagai bentuk intervensi, pihaknya telah menggelar pasar murah sejak 9 Februari hingga 17 Maret 2026 guna membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau,” papar Achmad Fauzi.
Pengawalan Distribusi dan Subsidi Transportasi
Selain sidak pasar, Pemkot Samarinda juga meminta Dinas Perhubungan mengawal distribusi angkutan barang dan pangan agar tetap lancar.
Termasuk di dalamnya realisasi subsidi BBM untuk angkutan serta dukungan subsidi tiket pesawat menjelang Lebaran.
“Kita minta Dishub Samarinda mengawal kelancaran distribusi angkutan barang dan pangan, termasuk realisasi subsidi BBM angkutan serta dukungan subsidi tiket pesawat menjelang lebaran sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi,” tegas Saefuddin.
Dengan langkah tersebut, Pemkot Samarinda optimistis stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga hingga perayaan Idulfitri. (*)